Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Dorong Kopi Jatim Miliki SNI

  • Selasa, 10 Maret 2020
  • Humas BSN
  • 333 kali

SURABAYA - Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak jenis kopi, sehingga memberikan keunikan dan cita rasa tersendiri.

Mulai dari kopi Gayo, Toraja, Kintamani, hingga Bajawa adalah beberapa jenis kopi asli Indonesia yang telah terkenal dimana-mana. Namun demikian, agar mampu bersaing di pasar global, kualitas tentu menjadi yang utama. 

   

Oleh sebab itu, demi meningkatkan daya saing produk kopi Indonesia di pasar Internasional, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) mengenai kopi.

Di antaranya SNI 01-3542-2004 Kopi bubuk, SNI 2907:2008 Biji Kopi, SNI 7708:2011 Kopi gula krimer dalam kemasan, SNI 2983:2014 Kopi Instan, SNI 4314:2018 Minuman kopi dalam kemasan, serta SNI 8773:2019 Kopi Premiks.

Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Zakiyah mengatakan, dengan menerapkan SNI seperti itu maka kopi Indonesia akan terjamin kualitasnya.

Sehingga mampu bersaing di pasar internasional. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor kopi Indonesia tahun 2018 sebesar USD 806.878.600.

"Promosi kopi ber-SNI produk Indonesia juga perlu digencarkan. Mungkin bisa lewat festival," terangnya di Surabaya, Senin (9/3).

Menurutnya, acara Festival Kopi Ber-SNI akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, petani kopi, serta pegiat industri kopi. Sebab, mereka akan memperoleh informasi lengkap mengenai SNI kopi serta penerapannya.

"Lebih jauh lagi acara seperti itu bisa mendorong peningkatan produk kopi yang bermutu yang akhirnya kopi be-SNI akan mendunia dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya. 

Saat ini jumlah industri penerap SNI Kopi Instan berjumlah 41 industri. Sementara jumlah penerap SNI Kopi bubuk berjumlah 4 industri dan biji kopi 1 industri.

Terpisah, Ketua Asosiasi Petani Kopi Jatim (APKJ) Bambang Sriono menjelaskan, sepanjang 2019 produksi kopi nasional sekitar 675 ribu. Komposisinya robusta 82 persen dan arabica 18-20 persen. Sementara di Jatim sendiri, produksi kopi tahun lalu mencapai 61.998 ton.

"Untuk produksi tahun ini sebenarnya kami targetkan bisa naik sekitar 5-7 persen. Namun melihat kondisi sekarang iklim dan curah hujannya cukup tinggi pasti akan berpengaruh terhadap produksi. Kita lihat dulu pertengahan tahun nanti akan seperti apa," urainya. (cin)

Link : https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2020/03/09/182890/bsn-dorong-kopi-jatim-miliki-sni