Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Kerupuk Ikan Palembang UMKM Binaan BSN Tembus Singapura

  • Senin, 06 Januari 2020
  • KLT Palembang
  • 3907 kali

Mengawali tahun 2020, Palembang mengekspor sekitar 439 Kg kerupuk ikan ke Singapura senilai sekitar 9400 dolar Singapura atau sekitar 98 juta rupiah. Kerupuk ikan yang sudah memenuhi SNI ini dibuat oleh wong Palembang, yaitu dari UMKM Rizky yang beralamat di 3-4 Ulu, Seberang Ulu I, Kota Palembang. Syaiful Jamal selaku pemilik UMKM Rizky menyampaikan bahwa ini merupakan ekspor perdana produknya dalam kapasitas yang cukup besar.

 

Proses stuffing (pemuatan ke dalam kontainer) dilakukan jam 10 malam (03/01), proses pemuatan kapalnya Sabtu siang (04/01) di Pelabuhan Bombaru Palembang bekerja sama dengan PT Tritrans Wijaya Palembang, IPC Terminal Petikemas Area Palembang, dan Balai Karantina Ikan (BKIPM) Palembang.

 

Nama UMKM yang diambil dari nama cucu pertamanya ini, sudah memproduksi olahan ikan sejak tahun 80-an, dari mulai pempek, kemplang dan olahan ikan lainnya. Dengan jumlah pegawai 8 orang, UMKM Rizky mampu memproduksi kerupuk ikan 2.160 Kg per tahun.

 

Kerupuk Ikan UMKM Rizky sudah menerapkan SNI 8272:2016 sudah melalui tahap pengujian dan sertifikasi SNI oleh Lembaga Sertifikasi Produk LPPHP Lampung yang terakreditasi KAN. Dalam proses sertifikasi SNI, UMKM Rizky mendapat pendampingan dari Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Palembang dan fasilitasi pembiayaan sertifikasi dari program CSR PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Selain SNI juga sudah mengantongi sertifikasi Halal.

 

Saat ini, BSN melalui Kantor Layanan Teknis Wilayah Palembang bekerja sama dengan semua pihak terkait telah melakukan pembinaan kepada 23 UMKM di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Meski baru 8 UMKM yang baru mengantongi SNI, produk UMKM terus didorong untuk diekspor.

 

Keberhasilan ekspor kerupuk ikan ini juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Pemerintah Kota Palembang, BPOM Palembang dan LPPOM MUI Sumatera Selatan.

 

Langkah awal ekspor ini diharapkan bisa terus berlanjut dan berefek bola salju untuk produk UMKM Sumsel lainnya. Apalagi Sumsel merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar sebagai penghasil ikan air tawar dan produk olahannya.

 

UMKM Rizky saat penyaksian pengiriman perdana di Pelabuhan Boombaru didampingi oleh personel KLT BSN Palembang, Windy dari PT Tritans Wijaya Palembang, dan Adi Saputra Darmansyah, Manager Area Palembang PT. IPC Terminal Petikemas. (kltplm)