Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

BSN Dorong UMKM Provinsi Riau Berdaya Saing

  • Kamis, 19 Desember 2019
  • Humas BSN
  • 3881 kali

Sejak April 2019 Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah membuka Kantor Layanan Teknis (KLT) di daerah, yang berlokasi di Pekanbaru, Riau. Provinsi Riau merupakan tempat yang sangat strategis. Tidak hanya Riau, cakupan KLT Riau bahkan sampai dengan wilayah Aceh. Kehadiran KLT Riau sebagai salah satu bentuk dorongan BSN terhadap Pemerintah Provinsi Riau untuk meningkatkan produk lokal Riau yang lebih berdaya saing, baik di pasar nasional maupun global.

 

 

Demikian disampaikan Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah di sela acara Seminar dan Pameran Singkat Produk Unggulan Provinsi Riau di Mall Sarinah Thamrin, Jakarta pada Kamis (19/12/2019). Menurut Zakiyah atau biasa disapa Kiki mengatakan dengan adanya KLT di Riau akan membantu para pelaku usaha di Provinsi Riau dalam menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Sampai saat ini ada 32 UMKM di wilayah Riau yang akan kami bantu untuk menerapkan SNI. Tidak hanya program pembinaan UMKM, tetapi kami juga memiliki program fasilitasi LPK untuk mendukung kepastian,” ujar Zakiyah.

Senada dengan Kiki, Gubernur Riau, Syamsuar menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran KLT BSN di Riau sehingga dapat berkolaborasi dengan OPD dalam melakukan pembinaan dan mendampingi UMKM untuk mendapatkan SNI.

 

Selain itu, Syamsuar dalam sambutan Seminar dan Pameran Singkat Produk Unggulan Provinsi Riau mengungkapkan dengan adanya acara ini dan kerjasama antara Pemprov Riau dengan PT Sarinah dan Kementerian Koperasi dan UKM diharapkan produk unggulan Pemprov Riau juga semakin berdaya saing dan memiliki nilai lebih. “Melalui kerjasama ini diharapkan produk mikro kecil Provinsi Riau dapat dipromosikan dan dipasarkan secara meluas. Jumlah produk usaha kecil, dan mikro Provinsi Riau sampai sekarang ada 10.110 jenis usaha kecil mikro. Ini yang sudah kami kembangkan dalam berbagai produk. Contohnya sagu” jelas Syamsuar.

Syamsuar melanjutkan, meskipun pasar sudah sampai di Malaysia tetapi perlu dukungan lebih berbagai pihak. “Dengan adanya dukungan tersebut diharapkan produk-produk provinsi Riau menjadi lokomotif peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, apalagi Presiden Jokowi memiliki perhatian yang besar kepada UMKM,” ulasnya.

Sementara Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki yang hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut mengutarakan perlu adanya prioritas komoditas unggulan daerah, sehingga dengan membangun sektor unggulan akan mencapai sektor ekonomi yang lebih besar.

“Sebagai contoh, di Riau sagu itu makanan sehat bisa menjadi unggulan Riau. Kita juga harus membangun berdasarkan keunggulan daerah masing-masing. Dalam hal ini pengembangan UMKM ke depan akan berbasis pada komoditas sektor dan cluster, tidak lagi individual. Karena terlalu banyak pelaku UMKM sehingga pelan-pelan akan melahirkan one village one product,” tegas Teten.

Acara yang dihadiri Sekretaris Utama BSN, Puji Winarni; jajaran Kementerian Koperasi dan UKM; para pejabat Pemerintah Provinsi Riau; para pejabat kementerian/kelembagaan; Direktur Utama PT Sarinah dan jajarannya; serta para tokoh masyarakat dan pengusaha Riau yang berada di Jakarta juga menampilkan produk-produk unggulan Riau. (nda-humas)