Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Rapat Komite Nasional Codex Indonesia

  • Kamis, 31 Oktober 2019
  • Humas BSN
  • 347 kali

 

 

Komite Nasional (Komnas) Codex Indonesia merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan pelaksanaan kegiatan Codex Indonesia.  Untuk ketiga kalinya di tahun 2019, pada Selasa (29/10/2019) di Gedung Sinarmas Land Plaza Tower 2, Jakarta, Komnas mengadakan pertemuan untuk membahas isu-isu penting di bidang standar pangan.  Rapat dengan 6 agenda utama ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian/Lembaga anggota Komnas Codex Indonesia, di antaranya Badan Standardisasi Nasional (BSN), Badan POM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, pakar di bidang pangan serta Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).  Pertemuan kali ini selain menginformasikan perkembangan standar pangan dunia yang terkait dengan kepentingan Indonesia, juga mereviu, membahas tindak lanjut, rencana, dan persiapan atas kebijakan-kebijakan Codex Indonesia, diantaranya penyusunan strategi Indonesia dalam pencalonan Chair Codex Alimentarius Commission (CAC) pada penyelenggaraan sidang tahun 2020 mendatang.

 

 

Dalam pembukaan dan arahan Kepala BSN selaku Ketua Komnnas Codex Indonesia, Bambang Prasetya menyampaikan pentingnya peran perdagangan (trade) sebagai mesin dalam persaingan global. Turunan dari trade di antaranya adalah standar dan regulasi teknis.  Bambang mengangkat keberterimaan laboratorium antar negara sebagai contoh. Bambang menambahkan pula bahwa posisi Indonesia (BSN) saat ini berperan sebagai role model standar, sebab Indonesia telah menyatukan standardisasi, akreditasi dan metrologi di bawah satu atap.

 

 

Mengingat standar telah menjadi salah satu tools dalam perang dagang, Ketua GAPMMI, Adhi S. Lukman, dalam sambutannya mengatakan bahwa Codex memegang peranan penting untuk kemajuan industri.  Oleh karenanya, Adhi menyatakan akan secara khusus menyelenggarakan sosialisasi standar Codex kepada pelaku usaha dengan melibatkan Komnas Codex, agar pelaku usaha dapat lebih menyadari peranan standar dan memahami dampak keputusan-keputusan Codex untuk kemajuan industri di Indonesia. Khusus terkait kelapa sawit yang sedang menjadi “hot issue” dalam perang dagang, pelaku usaha berharap ada sinergi yang dilakukan antara industri dengan Komnas Codex.

 

 

Agenda penting yang dibahas oleh Komnas Codex adalah rencana persiapan pencalonan Prof. Purwiyatno Hariyadi sebagai Chair CAC.  Wakil dari Kementerian Luar Negeri menyampaikan strategi yang harus dilakukan serta pentingnya komitmen dan dukungan pemerintah terhadap pencalonan tersebut mengingat Codex merupakan forum antar pemerintah.  Seluruh anggota Komnas Codex menyatakan dukungannya dan berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kehadiran dalam sidang Codex yang bersifat strategis untuk Prof. Purwiyatno.

 

 

Komnas Codex juga diinformasikan mengenai hasil sidang Regional Coordinating Committee for Asia (CCASIA) ke-21 di Goa, India, pada 23-17 September 2019. Delegasi sidang CCASIA yang diketuai Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal BSN, Wahyu Purbowasito melaporkan dua poin hasil sidang. Pertama, disepakatinya fokus prioritas pencapaian tujuan Codex Strategic Plan (CSP) 2020-2015 untuk regional Asia; Kedua, permintaan delegasi Timor Leste untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam peningkatan kapasitas Timor Leste di bidang keamanan pangan.  Komnas Codex mendukung rencana kerjasama dengan Timor Leste dan menyarankan agar kerjasama dilakukan melalui program Codex Trust Fund (CTF) putaran ke-4.

 

 

 

Selain agenda diatas, Komnas membahas perlunya keterlibatan pakar Indonesia pada Joint FAO/WHO expert committee serta informasi yang disampaikan wakil dari Kementerian Perdagangan tentang rencana perubahan MLRs chlorphyrifos dan chlorphyrifos-metyl untuk produk spices, fruits and berries dari European Spice Association (ESA).  Sebagai agenda penutup, disepakati rapat berikutnya diselenggarakan di Kementerian Perdagangan pada Februari 2020. (put-humas)

 

 



Basni

Ada tanggapan lebih lanjut?

Lapor
Hotline 021 392-7422 Whatsapp 0813 802 2930
Email bsn@bsn.go.id E-Pengaduan SIPMAS

Klik LAPOR untuk Pengaduan Masyarakat