Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Kelurahan Untia Jadi Percontohan Toilet Higienis Pertama KTI

  • Sabtu, 26 Oktober 2019
  • Humas BSN
  • 136 kali

Terkini.id, Makassar – Badan Standarisasi Nasional (BSN) melakukan kunjungan persiapan pembangunan toilet higienis di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Makassar Taufiq Hidayat mengatakan, program toilet higienis merupakan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membuat toilet berstandar internasional terkait dengan plambing atau perpipaannya.

Sistim plambing merupakan teknologi pemipaan dan peralatan untuk menyediakan air bersih di toilet. Meliputi penyediaan kualitas peralatan dan kontinyuitas sistim pembuangan yang memenuhi syarat agar terus dalam kondisi higienis.

“Makassar menjadi salah satu percontohan, tahun 2017 sudah pernah di Indonesia namun di Cikarang. Nah, ini yang ke dua di Makassar dan pertama di Kawasan Timur Indonesia,” kata dia kepada Terkini di Kelurahan Untia, Sabtu, 26 Oktober 2019.

Program toilet higienis, kata dia, kerjasama antara BSN dengan International Association of Plumbing and Mechanical Officials (IAPMO) dan International Water Sanitation Hygiene (IWSH)

Pun kerjasama dengan Bappenas Kota Makassar dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dari kementerian PUPR.

“Rencana akan dilaksanakan pada tanggal 18-22 November 2019,” ujarnya.

Kehadiran BSN di Kelurahan Untia untuk meninjau lokasi pembangunan. Melihat kondisi dan melakukan pemetaan terkait hambatan yang bakal dihadapi serta mencari solusinya.

Terkait syarat toilet higienis, Taufik memastikan bahwa sistem perpipaannya harus sesuai standar SNI, mulai dari SNI plumbing, SNI sanitasi. Terus, dari segi air sudah dibangunkan waduk air (reservoir) dengan kapasitas 1000 meter kubik.

“Sudah dibuatkan dari kementerian PUPR itu sudah sesuai standar juga. Jadi airnya betul-betul air bersih yang digunakan,” kata dia.

Untuk pengerjaan program toilet higienis, ia mengatakan sekitar bulan Maret 2020. Dia menyebut dengan nama Minggu Konstruksi antara bulan Maret-April sekitar 2-3 minggu.

“Jadi nanti ada 15-20 tenaga ahli mulai dari India, Australia, Amerika dan beberapa negara eropa lainnya ikut andil dalam kegiatan ini,” kata dia.

Terkait pemilihan Kelurahan Untia sebagai tempat program, dia mengatakan BSN berkoordinasi dengan pihak pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup. Lantas mereka memberi 5 nama kandidat, salah satunya Kelurahan Untia.

Kami survei semua, ternyata yang pantas untuk dilaksanakan plumbing challenge itu Untia. Mengapa Untia? karena masuk Kota Makassar tapi mereka tidak mempunyai sistem sanitasi yang baik, kekurangan air, dan perlu mendapat bantuan. Padahal dekat kota,” kata dia.

Ia berharap, Kelurahan Untia mampu mandiri dan sistem sanitasi bisa lebih bagus karena sesuai standar dan mendapatkan kemudahan air bersih.

Senada Sekertaris Utama BSN, Puji Winarni mengatakan, terpilihanya Kelurahan Untia lantaran BSN punya layanan teknis di Makassar.

Menyoal penilaian sanitasi, ia mengatakan Kelurahan Untia masih kekurangan infrastruktur yang masih kurang. Infrastruktur toilet Mandi, Cuci, Kakus (MCK) masih kurang.

“Tetapi juga ada program yang dikelola ramai-ramai dari kementerian lembaga, seperti PUPR, dari perikanan ada perbaikan kampung dan saluran irigasi dan seterusnya. Nah. Kemudian juga ada pembangunan waduk air,” paparnya.

Sehingga, Puji menilai bila itu ditambah lagi dengan satu program terkait dengan perbaikan MCK maka terjadi integrasi.

“Kebetulan ada program ini sehingga masuk sekalian,” ungkapnya.

Terkait gambaran toilet higienis yang menjadi pembeda dari toilet lainnya. Dia menyebut toilet tersebut menggunakan sistem plambing yang berstandar internasional.

Dia mengatakan, bangunan atas toilet bakal dibangun sesuai standar yang bagus. Dari segi bentuk agak sedikit berbeda dari yang sudah ada. Namun, menurut puji, tidak banyak berbeda.

“Tahun ini tahun perencanaan, nanti 18-22 November 2019 mendatang. Bakal melakukan perancangan dan menggambar. Ada juga semacam sosialisasi kepada anak-anak bagaimana menjaga kebersihan tangan melalui cuci tangan,” urainya.

Untuk luasan lokasi, dia menyebut, 1 toilet higienis berada dekat kantor Kelurahan Untia, satu lagi di lingkungan sekolah.

 “Ada 2 toilet higienis yang bakal dibangun dengan luasan sekitar 20 meter persegi. Dan untuk MCK ada sekitar 4, 2 untuk laki-laki dan 2 untuk perempuan. Sementara di luar ada tempat cuci tangan,” ungkapnya.

Lurah Untia Andi Patiroi mengatakan, saat ini, daerahnya memang sangat membutuhkan tambahan toilet. Ia mencontohkan sekolah yang ada di Untia hanya memiliki 1 toilet dan digunakan lebih dari 2 ratus siswa.

“Ditambah lagi dengan tenaga pengajar, memang tidak mencukupi. Terus untuk toilet MCK umum ini kami sangat butuhkan karena kami banyak mendapat kunjungan. Jadi teman-teman yang berkunjung kalau ada kebutuhan untuk ini bisa langsung ke toilet,” paparnya.

Ia mengatakan karakteristik kampung nelayan (Untia) mendapat banyak kunjungan wisatawan lantaran daerah tersebut sudah tertata rapi. Namun, kata dia, punya persoalan dengan toilet dan air bersih.

“Jumlah toilet, semua masyarakat sudah memiliki cuman perlu toilet umum karena terkait dengan banyaknya kunjungan,” ungkapnya.

Sebelumnya, dia mengatakan, ada bantuan dari Bosowa tetapi sudah lama dan tidak berfungsi. Dia mengatakan bakal melakukan pembenahan kembali.

“Saya berharap dengan adanya toilet ini kunjungan wisata bisa bertambah dan masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik,” tutupnya.

 

Link: https://makassar.terkini.id/kelurahan-untia-jadi-percontohan-toilet-higienis-pertama-kti/

 



Basni

Ada tanggapan lebih lanjut?

Lapor
Hotline 021 392-7422 Whatsapp 0813 802 2930
Email bsn@bsn.go.id E-Pengaduan SIPMAS

Klik LAPOR untuk Pengaduan Masyarakat