Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

PPIS Semarang: Role of Standardization to Build Smart Healthcare System

  • Jumat, 11 Oktober 2019
  • Humas BSN
  • 324 kali

Forum Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi (PPIS) merupakan salah satu sarana pendukung BSN dalam merealisasikan visi dan misi BSN 2019 - 2023 kepada pemangku kepentingan (stakeholders) khususnya peneliti, pemerhati dan pakar standardisasi, selain itu juga acara ini dalam rangka memeriahkan Bulan Mutu Nasional pada 10 Oktober kemarin.

 

Topik bahasan dalam PPIS diharapkan memberi kontribusi untuk pengembangan standardisasi dan penilaian kesesuaian (SPK). Bertempat di Grand Patra Semarang (11/10), pelaksanaan Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi (PPIS) mengusung tema: “Role of Standardization to Build Smart Healthcare System”

 

Forum PPIS difokuskan pada hasil penelitian dan pengembangan SPK mendukung terwujudnya produk unggulan daerah berdaya saing di pasar global melalui pemanfaatan sistem informasi regulasi teknis berbasis SPK, tersedianya LPK (Lembaga Penilaian Kesesuaian) mendukung perdagangan global, tersedianya SNI bahan bersertifikat (Certified Reference Material), pemanfaatan saling pengakuan regional dan internasional LPK, peningkatan pemahaman produsen komoditas unggulan daerah terhadap regulasi teknis berbasis SNI.

 

Ketika berbicara mengenai konsep smart city, maka ada beberapa aspek yang harus dicermati bahwa konsep smart tersebut meliputi pembangunan transportasi, keamanan kota, energi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah layanan kesehatan (healthcare) berbasis Internet of Things (IoT). Kemajuan teknologi menciptakan kemungkinan baru dalam pelayanan kesehatan dan penyembuhan penyakit. Kesehatan sudah menjadi kebutuhan utama bagi manusia tetapi masih merupakan barang yang mahal sehingga untuk menikmati hal tersebut dibutuhkan keinginan dan kemauan yang keras. Saat ini kesehatan menjadi fokus utama berbagai studi kasus dan proyek peningkatan pelayanan kesehatan sebagai dasar sistem pelayanan kesehatan secara umum. Sistem tersebut memberikan informasi kepada pasien dan tenaga paramedis melewati batas lokasi masing-masing

Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc. dalam sambutan pembukaan PPIS menyampaikan bahwa Pemanfaatan ICT dan benda pintar seperti sensor dan peralatan portable membuat Smart Healthcare System bisa dikembangkan. IoT mendukung Smart Healthcare System untuk melacak dan merekam data pribadi pasien. Perangkat Smart Healthcare System ini dirancang dengan tujuan yang memungkinkan data pribadi akan segera tersedia untuk individu yang akan dianalisis. Manfaat terbesar dari Smart Healthcare System ini adalah mengurangi kebutuhan akan rumah sakit oleh pihak ketiga untuk menjalankan tes yang mahal dan panjang. “Perangkat ini merupakan kemajuan penting dalam hal pelayanan kesehatan, dengan pendekatan fuzzy logic memungkinkan sistem ini memberikan peringatan dini terkait kondisi kesehatan seseorang”, ujar Bambang. 

 

“Besar harapan, riset dan kajian yang dibahas dalam pertemuan ilmiah kali ini dapat menjadi rujukan pemerintah dalam mempercepat pembangunan smart city”, tambahnya menutup arahan PPIS 2019 . Acara dilanjutkan dengan diskusi panel menghadirkan tiga pembicara utama yaitu: (1) Kepala Dinas Kesehatan Propinsi D.I Yogyakarta, drg. Pembayun Setyaning Astutie, M. Kes berbicara terkait Kebijakan Pemerintah dalam Penerapan Smart Healthcare System. (2) Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (PT Mega Andalan Kalasan)- Ir. Susanto, M.Sc memaparkan Kesiapan Produsen Mendukung Smart Healthcare System serta (3) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta- Dr. Ratna Kartikasari, S.T., M.T berbicara dengan topik- Inovasi Smart Healthcare System.

Diharapkan dengan penyelenggaraan PPIS 2019 ini dapat meningkatkan kemitraan antara para pakar, peneliti, praktisi, akademisi dan pemangku kepentingan. Sehingga hal ini dapat memicu meningkatnya kerjasama yang efektif dalam penelitian-penelitian di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian. (Awg/Eza)



Basni

Ada tanggapan lebih lanjut?

Lapor
Hotline 021 392-7422 Whatsapp 0813 802 2930
Email bsn@bsn.go.id E-Pengaduan SIPMAS

Klik LAPOR untuk Pengaduan Masyarakat