Infografis Profil Renja BSN 2017    Anugerah Jurnalistik BSN 2017    Berikan Suara Anda terhadap Jajak Pendapat RSNI3 untuk 11 Produk Perikanan (Komite Teknis 65-05)    Jadwal Pelatihan Standardisasi 2017    PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA BADAN STANDARDISASI NASIONAL TAHUN 2016    HASIL SELEKSI ADMINISTRASISELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DEPUTI BIDANG PENELITIAN DAN KERJASAMA STANDARDISASI BADAN STANDARDISASI NASIONAL    SOSIALISASI PENERIMAAN USULAN PNPS 2017    SELEKSI JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA BADAN STANDARDISASI NASIONAL    Mulai 10 Oktober Layanan Informasi Terpadu BSN menerima Pemesanan SNI dalam format elektronik File    ISO WEEK 2016, Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT): Tonggak dimulainya implementasi the ISO Strategy 2016 - 2020    Program Uji Profisiensi oleh PT Provider di luar Indonesia    Download Materi "World Accreditation Day 2016"    Program Uji Profisiensi tahun 2016 untuk Laboratorium Medik   

BADAN STANDARDISASI NASIONAL

STANDAR NASIONAL INDONESIA

KOMITE TEKNIS

REGULASI TEKNIS

LEMBAGA PENILAIAN KESESUAIAN

AKUNTABILITAS KINERJA

REFORMASI BIROKRASI

ARSIP

Frequently Asked Questions

Jurnal Standardisasi
  •   Materi atau substansi apa saja yang dimuat di dalam setiap penerbitan Jurnal Standardisasi?

    Sesuai dengan ketentuan dalam persyaratan penerbitan, materi yang dimuat dalam Jurnal Standardisasi, meliputi: isu di bidang pengembangan standardisasi, perumusan, penerapan, pengawasan di bidang standardisasi; kebijakan dan sistem penilaian kesesuaian, akreditasi dan sertifikasi.
  •   Siapakah yang berhak dapat menulis dan makalahnya dimuat atau diterbitkan pada penerbitan Jurnal Standardisasi?

    Semua orang berhak menulis termasuk para peneliti di seluruh wilayah Indonesia dan menyampaikan makalah tertulis yang berkategori Ilmiah di Bidang Standardisasi kepada: Sekretariat pelaksana pengelolaan Jurnal Standardisasi, dengan alamat:   Puslitbang Standardisasi-BSNGd. Manggala Wanabakti, Blok IV Lt. 4Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta 10270 E-mail: litbang@bsn.go.id   Selanjutnya Makalah yang telah disampaikan diproses penilaiannya oleh Sekretariat Pengelolaan Jurnal Standardisasi. Apabila dari hasil penilaian tersebut memenuhi kriteria dan nilai yang dipersyaratkan maka makalah tersebut diterbitkan. Untuk penetapan bobot penilaian mohon Saudara dapat menghubungi:  Sdri. Ellia Krisitiningrum T. 021-57470 43 ext. 263 E-mail: ellia@bsn.go.id, atau Sdri. Dohana T. 021-5747043 ext. 264 E-mail: dohana@bsn.go.id  
  •   Bagaimanakan untuk memperoleh dokumen Jurnal Standardisasi?

    Dokumen Jurnal Standardisasi dikirimkan kepada 300 stakeholder standardisasi di seluruh Wilayah Indonesia, disertai form bukti penerimaaan dokumen.  Apabila dokumen Jurnal Standardisasi telah diterima maka diharapkan setiap penerima dokumen Jurnal Standardisasi mengirimkan kembali bukti tanda terima tersebut melalui faksimili.  Jika suatu instansi belum memperoleh Jurnal Standardisasi, maka instansi dapat mengirimkan surat resmi permohonan berlangganan Jurnal Standardisasi yang ditandatangani oleh Pejabat setingkat Eselon II.
  • PPI Standardisasi
    •   Apakah BSN mempunyai program tetap dalam pelaksanan kegiatan PPI-S setiap tahun?

      Ya. BSN melalui Puslitbang merencanakan dalam program kerja dan kegiatannya bahwa PPI-S dilaksanakan setiap tahun di Jakarta, untuk itu maka anggaran pelaksanaannya selalu diusulkan melalui APBN BSN setiap tahun. Sejak tahun 2006 kegiatan PPI-S dilakukan 2 kali dalam setahun yang meliputi: PPI-S pertama dilaksanakan di daerah tertentu yang terdapat pendidikan tinggi seperti: Bandung (ITB), Semarang (Undip) dan sebagainya, dan PPI-S kedua dilaksanakan di Jakarta.
    •   Siapakah saja yang dapat menuliskan Makalah di PPI-S dan pesertanya siapa saja?

      Semua orang berhak menuliskan makalahnya di PPI-S, khususnya para peneliti dari instansi teknis terkait, pakar di bidang standardisasi, dunia Perguruan Tinggi dan masyarakat konsumen umumnya.
    • Pemesanan Standar
      •   Apakah saya bisa mendapatkan SNI dalam bentuk e-file? Bagaimana biayanya?

        Apakah saya bisa mendapatkan SNI dalam bentuk e-file? Bagaimana biayanya?
      • Pemesanan Standar SNI
        •   Bagaimana prosedur pemesanan SNI?

          Untuk memesan SNI, pertama-tama yang harus anda lakukan adalah : 1. Kenali SNI yang ingin anda peroleh dengan cara mencari melalui website BSN pada browser SNI. 2. Pada halaman tersebut, apabila anda memasukan kata kunci SNI yang Saudara perlukan, maka anda akan menemukan daftar nomor dan judul SNI-nya. Untuk SNI penetapan baru, jika sudah ada teks lengkapnya, maka teks lengkap tersebut akan di pasang di website selama 1 tahun untuk bebas di unduh. Namun demikian SNI tersebut tidak untuk diperjualbelikan. 3. Untuk memperoleh SNI lainnya yang tidak tersedia di website BSN untuk diunduh, anda dapat membaca dan meperoleh copy SNI tersebut di perpustakaan BSN di Gd.Manggala Wanabakti Blok IV Lt.3, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan - Jakarta. 4. Bila anda berada di luar Jakarta dan membutuhkan dokumen SNI, maka pemesanan SNI dapat disampaikan melalui telepon, fax, email, atau datang langsung ke perpustakaan BSN, dengan menyebutkan nomor SNI dan alamat lengkap. Telp : 021-5747043 Ext.144, 312 Fax :  021-5747045 Email : dokinfo@bsn.go.id 5. Harga SNI sesuai dengan PP 62 Tahun 2007. Dikelompokkan berdasarkan kelompok Umum, MASTAN, Pelajar/Mahasiswa, LPK dan Agen.
        • Pemesanan Standar Asing
          •   Standar internasional dan mancanegara apa saja yang tersedia di perpustakaan BSN?

            Koleksi standar yang tersedia di Perpustakaan BSN antara lain : Standar Internasional: ISO IEC CAC ( Codex Alementarius ) Standar Mancanegara: JIS BS DIN AS Korean Standard: Standar Asosiasi : ASTM AOAC ASME
          •   Bagaimana bila standar yang dicari tidak ada di perpustakaan BSN?

            Perpustakaan BSN dapat membantu memesankan dokumen tersebut
          •   Bagaimanakah cara mendapatkan dokumen standar CAC?

            Standar Codex Alimentarius Commission (CAC) adalah dokumen standar keamanan pangan internasional yang dikelola oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO).  Dokumen dapat diperoleh dengan cara men-download dari website Codex yaitu www.codexalimentarius.net secara gratis atau memintanya ke Sekretariat Codex Contact Point (CCP) BSN dengan alamat: E-mail: CODEX_INDONESIA@bsn.go.id
          •   Bagaimanakah prosedur pemesanan dokumen asli?

            Pemesanan akan kami proses setelah saudara membayar uang muka minimal 50% dari rincian biaya yang kami tetapkan. Pelunasan dilakukan ketika dokumen sudah sampai diperpustakaan BSN atau pada saat pengambilan dokumen. 
          • Notifikasi dan Enquiry Point TBT-WTO
            •   Dimana alamat dan contact point kegiatan TBT WTO  di Indonesia?

                Di Indonesia BSN ditunjuk sebagai contact point TBT WTO melalui Pusat Kerjasama Standardisasi : Gedung Manggala Whana bakti lt.4 Jalan Jendral Gatot Subroto, Senayan Jakarta Pusat Email     : kerj_int@bsn.or.id Website : http://www.bsn.or.id
            •   Apa saja tujuan dari penerapan suatu SNI ?

              SNI pada dasarnya dikembangkan sebagai referensi pasar yang penerapannya bersifat sukarela (voluntary) dengan konteks tujuan sebagai berikut. a)    meningkatkan kepastian, kelancaran, dan efisiensi transaksi perdagangan di dalam negeri dan dengan dunia internasional, baik antar produsen maupun antara produsen dan masyarakat; b)    meningkatkan perlindungan bagi konsumen, pelaku usaha, masyarakat, kelestarian fungsi lingkungan hidup, dan negara; c)    meningkatkan efisiensi produksi, membentuk persaingan usaha yang sehat dan transparan, memacu kemampuan inovasi, serta meningkatkan kepastian usaha.
            •   Bagaimana suatu SNI diberlakukan wajib?

              Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional, Pasal 12 ayat (3) menyatakan "Dalam hal SNI berkaitan dengan kepentingan keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat atau pelestarian fungsi lingkungan hidup dan atau pertimbangan ekonomis, instansi teknis dapat memberlakukan secara wajib sebagian atau keseluruhan spesifikasi teknis dan atau parameter dalam SNI".
            •   Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam pemberlakuan suatu SNI Wajib ?

              1.   pemberlakuan SNI wajib sebaiknya dibatasi pada lingkup ketentuan SNI yang diperlukan untuk mencapai konteks tujuan regulasi teknis yang akan diterapkan 2.   ketentuan SNI yang akan diberlakukan wajib harus dievaluasi terlebih dahulu
            •   Langkah-langkah dalam pemberlakuan SNI secara Wajib

              Instansi pemrakarsa melakukan kajian terhadap perma-salahan yang ingin diatasi. Apabila pemberlakuan SNI wajib merupakan opsi yang terbaik, maka instansi pemrakarsa menganalisis lingkup SNI yang akan diwajibkan nstansi pemrakarsa dapat meminta Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk melakukan kajian untuk menilai validitas dari SNI yang akan diwajibkan Analisis kesiapan penilaian kesesuaian Rencanakan pengawasan pasar yang efektif Rencanakan sistem monitoring dan kaji-ulang untuk menilai efektivitas regulasi teknis Rancangan regulasi teknis tersebut diajukan kepada panitia antar departemen yang dibentuk oleh instansi pemrakarsa untuk dibahas. Pelaksanaan dengar pendapat publik (public hearing) diperlukan agar pihak-pihak yang akan terikat oleh regulasi teknis tersebut mendapat kesempatan untuk memberikan tanggapan dan masukan. Apabila berpotensi menimbulkan hambatan perdagangan maka rancangan regulasi teknis dikirimkan ke BSN sebagai Notification Body untuk TBT-WTO
            •   Apakah Regulasi Teknis Itu ?

              Regulasi teknis adalah dokumen yang menetapkan karakteristik produk atau metode produksi dan proses yang terkait dengan produk tersebut, termasuk persyaratan administratif yang sesuai, yang pemenuhannya bersifat wajib. Regulasi teknis dapat juga secara khusus mencakup terminologi, simbol,  persyaratan pengemasan, penandaan atau pelabelan yang digunakan pada produk, proses atau metode produksi.
            •   Kapan Regulasi Teknis Secara Efektif Diberlakukan ?

              Dalam DOHA Development Agenda (DDA) article 5.2 menyatakan bahwa "Subject to the conditions specified in paragraph 12 of Article 2 of the Agreement on Technical Barriers to Trade, the phrase "reasonable interval" shall be understood to mean normally a period of not less than 6 months, except when this would be ineffective in fulfilling the legitimate objectives pursued". Berdasarkan amanat dari DDA tersebut , regulasi teknis secara efektif diberlakukan minimal 6 bulan setelah tanggal ditetapkan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada pihak-pihak  terkait untuk memenuhi persyaratan dari regulasi teknis tersebut.
            •   Apa itu Perjanjian WTO TBT ?

              Perjanjian TBT-WTOWTO-TBT adalah salah satu perjanjian dalam lingkup WTO yang mengatur ketentuan non-tariff (non-tariff measures) terkait dengan regulasi teknis, standar dan prosedur penilaian kesesuaian. Perjanjian ini dibuat mengingat pentingnya kontribusi yang dapat diperankan oleh standar internasional dan sistem penilaian kesesuaian dalam meningkatkan efisiensi produksi dan fasilitasi pelaksanaan perdagangan internasional
            •   Hal hal apa saja yang diatur dalam Perjanjian WTO - TBT ?

              Yang termasuk dalam Perjanjian TBT WTO adalah semua produk termasuk produk industri maupun pertanian. Yang tidak termasuk dalam perjanjian WTO-TBT adalah: a.  Aturan-aturan yang terkait SPS (saniytary and phytosanitary), b.  Spesifikasi pembelian yang dilakukan oleh pemerintah (government procurement) c.  Aturan-aturan berkaitan dengan jasa
            •   Apa tujuan diterapkannya Perjanjian WTO TBT ?

              Yang menjadi tujuan perlunya diterapkan Perjanjian TBT WTO adalah: Jaminan terhadap kualitas produk ekspor Perlindungan terhadap keselamatan atau kesehatan manusia, hewan, tumbuhan dan fungsi lingkungan hidup Pencegahan praktek-praktek kecurangan (deceptive practices) dalam perdagangan.
            •   Apa saja prinsip TBT WTO ?

              Prinsip-prinsip Perjanjian TBT WTO adalah : -  Non diskriminasi -  Pencegahan hambatan perdagangan yang tidak perlu -  Harmonisasi -  Ekivalensi -  Mutual recognition -  Transparansi
            •   Salah satu prinsip dalam Perjanjian TBT WTO adalah transparansi, apa maksudnya?

              Dalam TBT WTO yang dimaksudkan dengan transparansi adalah Negara anggota WTO Wajib: menyampaikan pemberitahuan ke Sekretariat WTO mengenai administrasi Penerapan Perjanjian WTO TBT (article 15.2) melakukan notifikasi publikasi terhadap semua peraturan teknis dan prosedur penilaian kesesuaian Membentuk Enquiry Point
            •   Apa yang dimaksud dengan notifikasi ?

              Notifikasi adalah penyampaian informasi kepada negara-negara anggota WTO lainnya tentang rencana pemberlakuan regulasi teknis yang berpotensi menimbulkan hambatan perdagangan internasional
            •   Peraturan yang  bagaimanakah yang perlu dinotifikasikan ke WTO ?

              Notifikasi diperlukan apabila: Materi yang diatur dalam rancangan peraturan teknis, standar dan prosedur penilaian kesesuaian yang akan ditetapkan, menyimpang atau berbeda dengan standar internasional; Tidak ada standar internasional berkenaan dengan materi yang diatur dalam rancangan peraturan teknis, standar dan prosedur penilaian kesesuaian; Rancangan peraturan teknis, standar dan prosedur penilaian kesesuaian berpotensi mempengaruhi kepentingan perdagangan negara-negara anggota WTO lainnya
            •   Kapan kita melakukan notifikasi ?

              Dalam Perjanjian TBT WTO notifikasi dilakukan pada saat rancangan regulasi teknis tersebut akan diberlakukan secara wajib oleh regulator (article 2.9.2), diberikan waktu 60 hari hari bagi anggota WTO untuk memberikan tanggapan. Khusus bagi negara berkembang, jika mengajukan permintaan, berhak mendapatkan perpanjangan waktu pemberian tanggapan sampai 90 hari. Terkecuali dalam keadaan mendesak (article 2.10.1) (urgent matter) rancangan peraturan teknis tersebut dapat ditetapkan terlebih dahulu kemudian dinotifikasi ke sekretariat WTO akan tetapi perlu disertakan alasan utama pemberlakuan tersebut (legitimate objective) dan scientific evidence. Secintific evidence diperlukan untuk untuk  mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang  akan diterima dari negara-negara anggota terkait notifikasi tersebut.
            •   Bagaimana prosedur permohonan notifikasi ke BSN ?

              Prosedur  notifikasi dibagi dalam beberapa tahap yaitu : Prosedur  notifikasi dibagi dalam beberapa tahap yaitu :   1.  Permohonan notifikasi (dilakukan oleh regulator)     Setelah regulator melakukan finalisasi rancangan regulasi teknis, regulator     menyampaikan    permohonan notifikasi ke Notification Body (BSN) dengan     melengkapi   dokumen sbb:    a. Surat pengantar dari pejabat yang akan menerbitkan regulasi teknis.    b. Dokumen regulasi teknis disertai dengan rancangan petunjuk teknis (juknis) atau        petunjuk pelaksanaan (juklak) dalam bentuk hard copy dan soft copy. Bila regulasi       teknis sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris maka naskah ini sebaiknya       disertakan. Walaupun demikian, tidak ada kewajiban untuk menerjemahkan naskah        tersebut ke dalam bahasa resmi WTO (Inggris, Perancis, atau Spanyol).    c. Format notifikasi yang telah diisi lengkap dalam bahasa Inggris. 2.  Verifikasi Awal (dilakukan oleh BSN)      BSN melakukan verifikasi awal terhadap rancangan regulasi teknis, sesuai dengan      artcile-article dalam Perjanjian WTO-TBT agar`tidak menimbulkan hambatan yang      tidak diperlukan (unnecessary obstacles) dalam perdagangan internasional.      Melakukan Verifikasi terhadap kesesuaian       persyaratan Perjanjian WTO-TBT dilakukan antara lain yaitu sebagai berikut :      a.  Menentukan apakah rancangan regulasi teknis tersebut merupakan masalah          TBT atau SPS atau keduanya. Apabila menyangkut SPS maka BSN akan          menyampaikan informasi kepada regulator untuk menyampaikan permintaan          notifikasi kepada Departemen Pertanian selaku otoritas notifikasi SPS.  Jika          menyangkut keduanya maka notifikasi dilakukan oleh BSN selaku TBT Notification          Body dan Departemen Pertanian selaku SPS Notification Body.      b.  Peninjauan terhadap alasan pemberlakuan (legitimate objective) dari regulasi          teknis tersebut, apakah sudah sesuai dengan yang tercantum dalam Perjanjian          WTO TBT      c.  Peninjauan terhadap sifat regulasi, apakah regulasi ini merupakan regulasi yang          penetapannya dianggap mendesak (urgent matters) atau tidak.  Hal ini diperlukan          untuk menentukan jenis notifikasi yang akan dilakukan.      d.  Pemastian bahwa rancangan regulasi teknis tidak bersifat diskriminatifsi yaitu          tidak ada perbedaan perlakuan antara produk luar negeri dan dalam negeri atau          perbedaan perlakuan pengawasan produk yang masuk antara satu anggota          dengan anggota WTO lainnya;      e. Pemastian bahwa mekanisme penilaian kesesuaian yang akan diterapkan          memungkinkan untuk dilakukannya saling pengakuan.      f.  Pemastian bahwa notifikasi tersebut telah memberikan waktu yang cukup bagi          negara-negara anggota WTO untuk memberikan tanggapan (60 hari) dan          diberlakukan minimal 6 bulan setelah ditetapkan. 3.  Verifikasi Keterkinian standar dan prosedur penilaian kesesuaian      setelah melakukan verifikasi terhadap dokumen notifikasi rancangan regulasi teknis      dari regulator, Pusat kerjasama mengadakan pertemuan dengan unit terkait di BSN      (PPS, PSPS, PALS dan PALLI) untuk memberikan masukan mengenai keterkinian      standar dan prosedur penilaian kesesuaian  terhadap dokumen notifikasi tersebut.           Verifikasi keterkinian standar meliputi:      -    Status SNI (lama atau baru)       -    SNI yang diadopsi kedalam rancangan regulasi tersebut harmonized dengan           standar internasional yang ada (ISO,IEC,ITU,CAC dll)      -    kemungkinan adanya deviasi dengan Standar Internasional, serta identifikasi           deviasi SNI tersebut dengan standar internasional      Verifikasi prosedur penilaian kesesuaian      -    status akreditasi terhadap Lembaga Penilaian Kesesuaian yang termasuk dalam           ruang lingkup produk yang diregulasi maupun yang ditunjuk secara langsung oleh           regulator      -   skema prosedur penilaian kesesuaian Dari hasil kompilasi comment tersebut, bila ditemukan hal hal yang bersifat teknis yang berpengaruh terhadap regulasi teknis tersebut, Pusat Kerjasama Standardisasi (PKS) - BSN selaku Notification Body menginformasikan kepada regulator mengenai tanggapan dari BSN sebagai bahan  pertimbangan dalam penyempurnaan rancangan regulasi ini.   4.  Pengiriman Notifikasi ke Sekretariat WTO      Setelah menerima informasi dari regulator yang menyatakan bahwa rancangan      tersebut siap untuk dinotifikasi, PKS mengirimkan email kepada Sekeratriat WTO      (crn@wto.org) dengan tembusan PTRI Jenewa dan pihak pihak terkait (BSN, Deprind,      Depdag, PPMB, Ditjen Bea Cukai dll).
            •   Bagaimana tata cara  penyampaian tanggapan terhadap notifikasi ?

              Tata Cara penyampaian tanggapan dibagi menjadi  2 yaitu: a.    Incoming Notification dari Negara anggota WTO        6.2.1-    BSN selaku Notification Body dan Enquiry Point melakukan ambil muatan                    (download) materi notifikasi dari website CRN-WTO www.wto.org sekali                    dalam seminggu.        6.2.2-    Semua hasil ambil muatan disirkulasikan kepada semua stakeholder dan                    anggota Working Group on Notification terkait untuk meminta tanggapan                    awal. Bila dirasakan suatu notifikasi adalah penting maka stakeholder                    dapat meminta BSN untuk mendapatkan full-text document.        6.2.3-    Hal yang sama dapat dilakukan langsung oleh masing-masing stakeholder.                    Bila dirasakan perlu melakukan pembahasan bersama, maka BSN                    mengundang anggota Working Group on Notification stakeholder yang                    berkepentingan dan menyelenggarakan rapat koordinasi pembahasan                    tanggapan atas nama Indonesia.        6.2.5-    Untuk tujuan koordinasi di forum TBT, maka jawaban resmi tanggapan dari                    Indonesia dapat ditembuskan atau dikirimkan ke BSN. Selanjutnya BSN                    akan berkoordinasi dengan PTRI Jenewa dalam mempersiapkan Posisi                    Indonesia. b.    Notifikasi Indonesia (outgoing notification)       -    Negara anggota WTO yang concern terhadap notifikasi indonesia, mengirimkan            email (tanggapan) kepada BSN cq Pusat Kerjasama Standardisasi        6.2.3-  Hal yang sama dapat dilakukan langsung oleh masing-masing stakeholder.                  Bila dirasakan perlu melakukan pembahasan bersama, maka BSN (PKS)                  mengundang anggota Working Group on Notification stakeholder yang                  berkepentingan dan menyelenggarakan rapat koordinasi pembahasan                  tanggapan atas nama Indonesia.              -   Hasil dari pembahasan tersebut akan dikompilasi oleh PKS kemudian                  selanjutnya akan dikirimkan kepada negara Inquirier  sebagai tanggapan                  resmi dari Indonesia
            •   Bagaimana cara memperoleh full text document notifikasi atau mengajukan pertanyaan seputar TBT ?

              Untuk memperoleh Full Text document dari Regulasi teknis yang dinotifikasi oleh Indonesia maupun dari negara anggota WTO lainnya, maupun mengajukan pertanyaan seputar TBT (standar, regulasi teknis, dan prosedur penilaian kesesuaian, Saudara dapat menghubungi : Pusat Kerjasama Standardisasi Badan Standardisasi Nasional Gedung Manggala Wanabakti Blok IV/Lt 4 Jalan Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta 10270 Email     : kerj_int@bsn.or.id atau tbt.indonesia@gmail.com Telp : 021-5747043 ext 215 Fax  : 021-5747045
            • SNI Award
              •   Apa yang dimaksud SNI Award ?

                SNI Award adalah apresiasi bagi industri/perusahaan yang menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau standar lainnya dalam kegiatan usahannya. Apresiasi diberikan dalam bentuk Penganugerahan SNI Award bagi perusahaan yang menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), Peduli pada pengembangan standar, dan mempunyai kinerja yang baik.
              •   Apa  saja Kategori Peserta  yang boleh mengikuti SNI Award ?

                Kategori Usaha/Peserta yang mengikuti SNI Award : - Perusahaan Kecil Barang - Perusahaan Kecil Jasa - Perusahaan Menengah Barang - Perusahaan Menengah Jasa - Perusahaan Besar Barang - Perusahaan Besar Jasa
              •   Apa saja Persyaratan Peserta untuk mengikuti SNI Award

                Kriteria Persyaratan Perusahaan/Peserta untuk mengikuti SNI Award : Perusahaan memiliki legalitas hukum indonesia; Perusahaan yang produk (barang atau jasa diproduksi di Indonesia; Perusahaan tidak terlibat kasus pidana dan perdata hukum Indonesia dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terakhir; Perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SNI ISO 9001) dan atau Sistem HACCP (SNI 01-4852-1998) dan atau Sistem Manajemen Lingkungan (SNI 19-14001-199/2005) dan atau sistem manajemen lainnya, dan atau menerapkan SNI pada produk. Khusus perusahaan kategori kecil, peserta dapat merupakan perusahaan yang telah menggunakan aspek-aspek teknis dan persyaratan yang tercantum dalam SNI terkait proses pengelolaan perusahaan perusahaan, misalnya: a. Penggunaan bahan baku atai produk ber-SNI; b. Pengendalian proses produksi atau cara produksi sesuai SNI; c. Pengujian produk.
              •   Apa saja kriteria yang di nilai ?

                Kriteria penilaian  SNI Award sebagai berikut: A. KINERJA ORGANISASI    1. Kepemimpinan dan Manajemen    2. Fokus pada Pelanggan    3. Pengembangan Sumber Daya     4. Pengelolaan/Realisasi Produk B. AWARENESS TERHADAP SNI Kebijakan organisasi di bidang standardisasi Upaya pimpinan perusahaan mengarahkan organisasi dalam menerapkan, mengembangkan dan mempromosikan standar, serta mengedukasi kepada pihak terkait. Penerapan Standar Upaya perusahaan untuk secara konsisten menerapkan SNI dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesesuaian terhadap SNI.  Pengembangan Standar Upaya perusahaan dalam partisipasi perumusan standar baru dan kaji ulang/revisi standar.  Edukasi dan Promosi SNI Upaya perusahaan untuk melakukan edukasi dan promosi SNI. C. HASIL BISNIS     1. Capacity Perusahaan     2. Prospek Usaha     3. Kinerja Keuangan Perusahaan
              •   Bagaimana prosedur untuk mengikuti SNI Award ?

                Tahapan Prosedur mengikuti SNI Award Sebagai berikut : 1. Lengkapi dokumen sebagai berikut :    •  Lembar Pendaftaran SNI Award    •  Pernyataan kelompok Industri/Perusahaan Peserta SNI Award    •  Pernyataan Tidak Terlibat Pelanggaran Hukum Peserta SNI Award    •  Kuesioner SNI Award  (sesuai kelompok industri/perusahaan)       o Perusahaan Besar Barang       o Perusahaan Besar jasa       o Perusahaan Menengah Barang       o Perusahaan Menengah Jasa       o Perusahaan Kecil barang       o Perusahaan Kecil Jasa 2. Info selengkapnya dan pengiriman dokumen yang telah dilengkapi ke Alamat  :     Sekretariat SNI Award     Gedung Manggala Wanabhakti Blok IV Lt 4     Jl. Gatot Subroto - Senayan Jakarta 10270     Telp. +62 21 5747043-44 ext 311, 256     Fax : +62 21 5747045     Email : award@bsn.go.id 3. Bagi perusahaan kecil barang/jasa yang membutuhkan bimbingan pengisian kuesioner diminta untuk mengisi formulir lembar minat dan segera mengirimkannya ke alamat Sekretariat SNI Award 4. Informasi SNI Award Selengkapnya Klik disini
              • Akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian
                •   Apakah Komite Akreditasi Nasional (KAN) ?

                  Komite Akreditasi Nasional (KAN) adalah lembaga non struktural, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. info : http://www.kan.or.id
                •   Apa yang dimaksud dengan Akreditasi ?

                  Akreditasi adalah pengakuan atas kompetensi suatu lembaga penilaian kesesuaian (LPK)  untuk melakukan kegiatan penilaian kesesuaian tertentu oleh badan akreditasi. > http://www.kan.or.id
                •   Apa yang dimaksud dengan Lembaga Penilaian Kesesuaian ?

                  Lembaga penilaian kesesuaian adalah lembaga yang memberikan jasa penilaian kesesuaian. Termasuk jasa penilaian kesesuaian adalah pengujian, kalibrasi, inspeksi, sertifikasi, akreditasi lembaga penilaian kesesuaian. Catatan: Badan akreditasi bukan lembaga penilaian kesesuaian.
                •   Apakah manfaat akreditasi?

                  > http://www.kan.or.id Manfaat Akreditasi untuk : Membangun kepercayaan. Dengan memperoleh akreditasi, customer laboratorium, lembaga inspeksi dan lembaga sertifikasi akan percaya bahwa laboratorium, lembaga inspeksi dan lembaga sertifikasi kompeten dalam memberikan jasanya. Hal ini akan menjembatani saling percaya antara laboratorium, lembaga inspeksi dan lembaga sertifikasi dengan customer. Meminimalkan resiko Laboratorium, lembaga inspeksi dan lembaga sertifikasi yang diakreditasi mengurangi resiko terhadap hasil pengujian, kalibrasi, inspeksi dan sertifikasi yang dapat memenuhi persyaratan customer. Menunjukkan Kredibilitas Dengan memperoleh akreditasi berarti laboratorium, lembaga inspeksi dan lembaga sertifikasi dapat menunjukkan kompetensinya melalui penerapan sistem management yang kuat serta memberikan kepercayaan kepada partner kerja sehingga tidak perlu dilakukan asesmen seperti yang dilakukan oleh badan akreditasi. Pengakuan Internasional KAN telah menandatangi Mutual Recognition Arrangement (MRA) baik dalam forum Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC), International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC), Pacific Accreditation cooperation (PAC) maupun International Accreditation Forum (IAF) untuk akreditasi Laboratorium penguji, laboratorium kalibrasi, lembaga inspeksi, lembaga sertifikasi sistem manajemen, lembaga sertifikasi sistem manajemen lingkungan dan lembaga sertifikasi produk. Dengan simbol ILAC-MRA dan IAF-MRA berarti sertifikat pengujian, kalibrasi dan sertifikasi yang dikeluarkan oleh laboratorium, lembaga inspeksi dan lembaga sertifikasi yang diakreditasi KAN akan segera dikenali oleh pasar luar negeri.
                •   Apakah sertifkat pengujian dan kalibrasi dikenali oleh partner luar negeri ?

                  Ya, dengan simbol ILAC-MRA dan IAF-MRA berarti sertifikat pengujian, kalibrasi dan sertifikasi yang dikeluarkan oleh laboratorium dan lembaga sertifikasi yang diakreditasi KAN akan segera dikenali oleh pasar luar negeri.
                •   Bagaimana proses sertifikasi SNI kepada suatu produk?

                  Pastikan dulu apakah anda ingin mengajukan sertifikasi untuk produk atau hanya sistem manajemen saja. Jika memang untuk produk anda, maka langkah berikutnya anda harus melakukan pengecekan standar produk tersebut sudah ada atau belum di sini, jika belum ada standar terkait, maka belum bisa dilakukan sertifikasi. Jika produk anda sudah ada standar SNI nya, maka anda perlu mencari LS-PRO mana yang memiliki kompetensi dan telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Anda dapat melakukan pengecakan LS PRO tersebut di sini Anda dapat menghubungi LS PRO tersebut untuk memperoleh informasi bagaimana proses mendapatkan sertifikasi SNI terhadap suatu produk Terima kasih
                • PENERBITAN NOMOR IDENTIFIKASI
                  •   Apakah yang dimaksud dengan IIN ?

                    Issuer Identification Number (IIN) adalah nomor identifikasi untuk mendukung interchange antar lembaga sebagai identifikasi secara khusus bagi lembaga yang menerbitkan kartu, khususnya untuk keperluan transaksi data elektronik.  Penerbitan nomor identifikasi ini mengacu kepada standar  ISO/IEC 7812 yang dikenal pula sebagai Bank Identification Number (BIN), terutama oleh kalangan perbankan.
                  •   Apa Manfaat IIN bagi institusi/lembaga ?

                          Manfaat IIN bagi institusi/lembaga :   Nomor identifikasi yang terdiri atas 6 digit ini bersifat unik untuk setiap institusi penerbit kartu dan berfungsi untuk mencegah terjadinya kesalahan identifikasi kegiatan transaksi data secara elektronik dan menghindari tumpang tindih penomoran identifikasi yang bersifat global di seluruh dunia dengan mengacu pada standar yang sama.  Pemanfaat dari nomor identifikasi ini tidak hanya terbatas bagi kalangan perbankan saja, tetapi juga dapat oleh airline, healthcare, telecommunication, merchandizing/retail, travel, entertainment, petroleum, dan institusi penerbit kartu lainnya.    Persyaratan utama yang perlu diperhatikan bagi aplikan dalam mendapatkan nomor identifikasi adalah: a.    belum memiliki nomor identifikasi (IIN); b.    merupakan institusi penerbit kartu; c.    menggunakannya dalam kartu paling lambat 12 bulan sejak nomor diterbitkan; d.    kartu dipergunakan dalam international, interindustry dan/atau intra-industry interchange environment; e.    aplikan merupakan entitas tunggal (single entity) yang dibuktikan secara legal formal yang beroperasi dalam suatu peraturan perundang-undangan spesifik; f.     tidak menggunakan nomor tersebut hanya sebagai pembeda produk, jasa atau teknologi (termasuk tapi tidak terbatas untuk integrated circuit cards), mengidentifikasi lokasi geografis atau memfasilitasi routing; g.    tidak menggunakan nomor tersebut hanya untuk mengidentifikasi atau membedakan antara cabang atau bagian dalam organisasi aplikan (tidak terpisah entitas perusahaan/lembaga); h.    aplikan tidak dapat meminta atau memesan spesifik IIN yang berada diluar ruang lingkup yang ada dalam ISO/IEC 7812.
                  •   Institusi atau lembaga mana yang berwenang memberikan IIN ?

                    Lembaga/institusi yang berwenang memberikan IIN adalah badan standar nasional yang ada di negara yang bersangkutan, untuk Indonesia adalah melalui BSN. Setiap badan standar nasional bertindak sebagai Sponsoring Authority yang memproses untuk setiap permintaan (aplikasi) IIN, dan selanjutnya diteruskan kepada Registration Authority yang ditunjuk oleh ISO dan IEC yang dalam hal ini adalah American Banking Association (ABA), sehingga setiap Sponsoring Authority yang mengurus aplikan IIN harus menyampaikannya ke ABA selaku ISO/IEC 7812 Registration Authority.
                  •   Bagaimana prosedur penerbitan IIN ?

                    Prosedur penerbitan IIN : Pihak aplikan mengajukan surat permohonan informasi dalam mendapatkan nomor identifikasi diatas yang ditujukan kepada Kepala Pusat Kerjasama Standardisasi-BSN sebagai Sekretariat Tim Pengelola Layanan Jasa IIN (contoh surat terlampir). Sekretariat Tim Pengelola Layanan Jasa IIN (BSN) akan memeriksa apakah permohonan tersebut merupakan aplikasi baru atau tidak, apabila aplikasi baru maka akan diproses lebih lanjut, sedangkan bila tidak maka akan ditolak.   Pihak BSN akan membalas surat permohonan yang berisi penjelasan mekanisme IIN dan meminta pihak aplikan untuk melengkapi persyaratan yang terdiri atas form aplikasi, akta perusahaan dan dokumen legalitas lainnya (contohnya surat dari BI tentang status bank), dan form kesepahaman tentang proses aplikasi (form terkait terlampir). Setelah aplikan menyampaikan persyaratan yang diminta maka Sekretariat akan menerima dokumen terkait dan akan melakukan validasi dan verifikasi. Dari hasil validasi dan verifikasi diatas pihak Sekretariat akan memberitahukan hasilnya ke aplikan untuk dapat atau tidak meneruskan proses lebih lanjut dengan melakukan pembayaran biaya proses.   Setelah pembayaran diterima (divalidasi oleh Bendahara Penerima BSN) maka Sekretariat melakukan persiapan dan melakukan kunjungan lapangan/asesmen ke institusi penerbit kartu (pengaturan akan dilakukan lebih lanjut). Tim asesmen akan melaporkan hasilnya ke Tim Pengelola Jasa IIN dan Sekretariat kemudian menyampaikannya ke aplikan untuk tindakan perbaikan, bila ada. Setelah persyaratan dan proses diatas dilakukan secara baik dan lengkap, pimpinan BSN akan memberikan persetujuan atas aplikasi yang diajukan yang kemudian akan diteruskan oleh BSN selaku Sponsoring Authority kepada American Banking Association (ABA) di Washington-USA sebagai Registration Authority. ABA kemudian akan memproses aplikasi yang masuk dan kemudian memberikan persetujuan dengan menerbitkan nomor identifikasi untuk aplikan (IIN’s Assignment).  Persetujuan tersebut disampaikan ke BSN yang kemudian diteruskan secara resmi ke aplikan.
                  •    Berapa biaya untuk mendapatkan IIN ?

                    Biaya penerbitan IIN sebesar USD 100 + Rp. 4.500.000,- (sesuai PP No. 62/2007).  Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer Bank Mandiri KC Jakarta, Gedung Pusat kehutanan Jakarta, Nomor Rekening 102-00-0206565-1 atas nama Bendara Penerima BSN. Bukti transfer dikirim via facsímile No. 021-574 7045 ditujukan ke Sekretariat Tim Pengelola Layanan Jasa IIN.  Pembayaran seluruhnya dilakukan dalam bentuk rupiah dan untuk itu biaya dalam bentuk US dollar harus dikalkulasikan ke dalam bentuk rupiah dengan menggunakan kurs pada saat pembayaran dilakukan (mengacu pada kurs Bank Mandiri).  
                  •   Berapa lama proses penerbitan IIN ?

                    Proses penerbitan nomor identifikasi memakan waktu 2 minggu–2 bulan dan untuk itu diharapkan institusi penerbit kartu dapat menyesuaikan perhitungan waktu yang diperlukan berkenaan dengan penggunaan IIN tersebut dalam kartu (card launching).
                  •   Apakah IIN berlaku untuk satu institusi/lembaga?

                    IIN hanya diberikan satu untuk setiap institusi penerbit kartu dan institusi tersebut tidak diperbolehkan lagi meminta nomor baru, sehingga bagi institusi yang telah punya IIN maka otomatis permohonannya akan ditolak.
                  •   Berapa digit angka IIN diterbitkan ?

                    IIN yang diterbitkan sesuai ISO/IEC 7812 terdiri atas 6 digit dan kemudian digabung dengan Individual Account Identification (max. 12 digit) yang dapat divariasikan oleh penerbit kartu sesuai kebutuhannya serta check digit (1 digit) yang secara bersama disebut sebagai Primary Account Number (PAN), sehingga PAN tersebut maksimal dapat terdiri atas 19 digit angka.
                  •   informasi lebih lanjut tentang IIN dapat diperoleh ?

                    Sekretariat Layanan Jasa IIN Pusat Kerjasama Standardisasi – BSN Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt. 4, Jl. Gatot Subroto, Senayan – Jakarta Telp. 021 574 7043-44 ext. 117, 262        Fax. 021 574 7045 E-mail: kerj_int@bsn.or.id / agus_p@bsn.or.id Contact person: Tom Abbel Sulendro atau Agus Purnawarman
                  • Info Publikasi
                    •   Publikasi apa saja yang diterbitkan oleh BSN ?

                      Publikasi BSN antara lain: Senarai SNI, yaitu Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) yang telah ditetapkan oleh BSN mencakup Daftar SNI yang berlaku, direvisi dan ditarik (abolisi).  Senarai SNI diterbitkan setiap tahun. Dokumen SNI Handbook (HB) SNI, yaitu Kompilasi SNI dalam satu topik, Jurnal Standardisasi, yaitu Kumpulan tulisan penelitian bidang standardisasi dan terbit setiap empat (4) bulan dalam setahun. Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) merupakan pedoman yang sifatnya digunakan untuk memandu kegiatan standardisasi di tingkat nasional, Majalah SNI Valuasi, terbit setiap tiga (3) bulan dalam setahun.   Publikasi BSN dapat diakses di www.bsn.go.id pada menu "Koleksi Perpustakaan"