Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Kepala BSN Kunjungi CSR Pupuk Kaltim

  • Rabu, 16 Januari 2019
  • - -
  • 672 kali

Bontang. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya mengapresiasi CSR Pupuk Kaltim dalam menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian masyarakat sekitar. Komitmen tersebut dikemas dalam bentuk program-program pengembangan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan.

 

“Program CSR yang telah dilakukan ini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat disekitarnya dan memberikan dampak positif tidak hanya untuk masyarakat tapi juga untuk perusahaan,” ujar Bambang saat mengunjungi Kampung terapung Malahing yang merupakan binaan PT Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur (10/1/19).

 

Sampai saat ini, Pupuk Kaltim telah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelaksanaan program CSR secara berkelanjutan yang berlandaskan kepada tripple bottom line, yaitu People, Planet dan Profit. Sebagai tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap masyarakat di wilayah sekitar maupun masyarakat luas pada umumnya, Perusahaan berupaya semaksimal mungkin untuk menjalankan bisnis yang selaras dengan alam lingkungan dan selalu berupaya mempertahankan keseimbangan alam yang ada di lingkungan sekitarnya.

 

Bentuk komitmen dan konsistensi Perusahaan dalam CSR ini tampak dalam beberapa program antara lain, perkampungan terapung Malahing, Creating Shared Value budidaya ikan kerapu dan lobster, serta fasilitasi sertifikat tanda SNI Batik Beras Basah. Ketiga program unggulan tersebut yang dikunjungi oleh Kepala BSN beserta Deputi Bidang Akreditasi BSN Kukuh S. Achmad, Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Zakiyah, dan didampingi oleh Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman, dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim Fuad Asaddin.

 

Budidaya Ikan Kerapu dan Lobster

Salah satu program CSR Pupuk Kaltim yakni membudidayakan ikan kerapu dan lobster menggunakan keramba jaring apung. Program yang dijalankan sejak 2016 itu, turut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat yang tergabung dalam program tersebut. Dalam program ini, masyarakat diberikan tugas untuk mengelola keramba, merawat bibit ikan dan lobster hingga siap dipanen.

 

Pupuk Kaltim terus berkomitmen untuk berperan dalam mewujudkan masyarakat pesisir yang mandiri. Para nelayan diberikan pelatihan ke Banten untuk mengetahui cara budidaya kerapu dan lobster. Hasilnya, saat ini Pupuk Kaltim telah memiliki 100 petak KJA yang telah dihuni oleh 14.000 ekor kerapu dan 700 ekor lobster.

 

 

Bibit kerapu dan lobster yang dibudidayakan oleh mitra kerja Pupuk Kaltim ini adalah kerapu cantik, kerapu cantang, kerapu sunu, kerapu tikus, lobster bambu dan lobster mutiara. Pupuk Kaltim akan terus berupaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir, agar tercipta kerukunan dan harmonisasi dengan masyarakat serta menghasilkan wirausahawan yang mampu mengatasi masalah ekonomi, sosial dan lingkungan melalui penciptaan bisnis yang berkelanjutan.

 

Dengan demikian melalui program tersebut masyarakat telah mendapatkan shared value dan masyarakat bisa menjual hasil tangkapannya melalui koperasi dengan harga yang sesuai dengan harga pasar.

 

“Better Living in Malahing”

Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat perkampungan terapung Malahing, Pupuk Kaltim melalui program CSRnya melakukan program perbaikan fasilitas, pelatihan, pendidikan, kesehatan serta keberlangsungan lingkungan. Dihuni lebih dari 217 jiwa dengan 50 Kepala Keluarga (KK), Pupuk Kaltim membangun fasilitas untuk memenuhi kebutuhan warga di sana.

 

Secara bertahap, CSR Pupuk Kaltim menjawab keterbatasan di salah satu wilayah pesisir Bontang tersebut. Berbagai fasilitas mulai dibenahi seperti perbaikan rumah sehat, sekolah, tenaga surya, klinik, mushola, bantuan tandon, alat filterisasi air bersih, dan lain-lain. Selain pembenahan fasilitas, pelatihan kepada masyarakat sekitar diberikan untuk meningkatkan perekonomian agar lebih produktif. Di antaranya pelatihan menjahit, tata boga, kerajinan daur ulang sampah, kewirausahaan, pemasaran online, pangan industri rumah tangga dan pameran skala lokal maupun nasional.

 

 

Selain itu, ibu-ibu setempat dibekali pelatihan mengolah rumput laut menjadi aneka makanan dan minuman. Seperti amplang, snack kertas, sirup, stik, kembang goyang, ceker, dan pilus keju. Ibu-ibu yang kini menjadi mitra binaan Pupuk Kaltim tersebut juga dibekali pelatihan inovasi dan replika olahan rumput laut. Seperti sabun, lulur, dan masker. Hasil olahan tersebut sering dijadikan oleh-oleh bagi tamu-tamu perusahaan yang berkunjung ke Malahing. Terbukti, dari hasil pelatihan ini, kini ibu-ibu di Malahing mampu meningkatkan daya saing, kapasitas, dan produktivitas. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Ke depan peningkatan pembinaan di Malahing pun akan terus ditingkatkan. Pupuk Kaltim mewacanakan akan menjadikan kampung Malahing sebagai kawasan konservasi ekowisata pesisir yang mandiri dan berkelanjutan. Perbaikan infrastruktur pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga peningkatan ekonomi, kesehatan, dan kemandirian masyarakat pun bakal terus digalakkan. Hal itu direalisasikan Pupuk Kaltim dengan berbagai langkah sebagai bentuk pendampingan menuju kesejahteraan masyarakat pesisir Bontang. (rmy)



Basni

Ada tanggapan lebih lanjut?

Lapor
Hotline 021 392-7422 Whatsapp 0813 802 2930
Email bsn@bsn.go.id E-Pengaduan SIPMAS

Klik LAPOR untuk Pengaduan Masyarakat