Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Optimalisasi Layanan publik dan Sosialisasi K3 di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar” (oleh KLT BSN Makassar)

  • Senin, 03 Desember 2018
  • Pusat ALLI
  • 285 kali

Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar bekerja sama dengan Kantor Layanan Teknis (KLT BSN) Makassar menyelenggarakan kegiatan Sosialiasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Customer Service berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2017 pada Sabtu 01 Desember 2018 bertempat di Aula Bima Gedung BBLK Makassar. Acara ini dibuka secara resmi oleh Bapak dr. Aswan Usman, MKes selaku Kepala BBLK Makassar dihadiri kurang lebih 80 peserta dilingkungan BBLK.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan faktor yang sangat penting saat ini, tujuan penerapan K3 untuk menjamin dan mewujudkan rasa aman, selamat dan sehat bagi seluruh pekerja yang ada dilingkungan BBLK. Para pekerja harus memahami prinsip-prinsip keselamatan kerja yang sudah diatur agar terhindar dari resiko kecelakaan kerja. Selain itu, organisasi juga perlu meningkatkan layanan yang terbaik bagi pelanggan dimana sebagian besar berasal dari masyarakat umum yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan di BBLK.

 


Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi yaitu Sesi I Keselamatan dan Kesehatan Kerja disampaikan oleh Muhammad Damawan SE, MK.K.K Trainer dan Konsultan HSE kemudian dilanjutkan sesi ke 2 oleh Taufik Hidayat dari kantor Layanan Teknis BSN Makassar dengan tema Pelayanan Kepada Pelanggan (Customer Service) untuk Laboratorium Pengujian. Dalam pemaparannya, Damawan menyampaikan beberapa informasi tentang pentingnya mengetahui Hazard ditempat kerja, mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya, meminimalisasi terjadinya accident/zero accident serta memperkenalkan prosedur tanggap darurat serta evakuasi. Perusahaan kelas dunia yang memiliki standar keselamatan tinggi juga mengalami kecelakaan yang berisiko terhadap pekerjanya, sebagai contoh kecelakaan yang terjadi di tambang freeport dengan korban 38 tewas, kebakaran kilang pertamina, BB Gulf Mexico 11 tewas.
Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja bahaya K3 dibagi dalam beberapa kategori hazard antara lain physical, chemical, ergonomic, biological dan psycosocial hazards. Resiko tersebut dapat diminimalisasi dengan prinsip-prinsip pengendalian resiko K3. Selain teori yang diberikan, Darmawan juga memberikan praktek bagaimana menghindari bahaya-bahaya dalam kecelakaan kerja.
Sesi ke 2 dihadiri 16 peserta dari unit kerja yang menjadi frontliner pelayanan publik di BBLK Makassar. Taufik memberikan penjelasan tentang bagaimana cara membangun komunikasi yang efektif kepada pelanggan, menciptakan kesan positif, mengembangkan dan memelihara standar pelayanan, serta perencanaan yang baik untuk pelayanan kepada pelanggan. Pelanggan adalah Raja, pelanggan adalah penentu bagi organisasi oleh karena itu perlu dilayani secara baik. Membangun kesan positif bagi pelanggan akan memberikan nilai positif bagi BBLK. Diskusi berlangsung cukup aktif dari peserta sehingga diharapkan untuk kedepan frontliner/ para pekerja di unit pelayanan publik dapat mengaplikasikan informasi yang telah diterima dengan baik kepada pelanggan. (Nnkltbsnmkssr)

 



Basni

Ada tanggapan lebih lanjut?

Lapor
Hotline 021 392-7422 Whatsapp 0813 802 2930
Email bsn@bsn.go.id E-Pengaduan SIPMAS

Klik LAPOR untuk Pengaduan Masyarakat