Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Bra & celana dalam wanita impor dari China diduga mengandung silikon berbahaya

  • Senin, 12 Maret 2018
  • - -
  • 542 kali

 

Merdeka.com - Sejumlah barang elektronik sampai pakaian dalam wanita tidak berstandar nasional (SNI) ditemukan beredar bebas di pasar tradisional dan modern di Palembang. Pakaian dalam wanita itu diduga mengandung silikon yang berbahaya.

 

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Wahyu Hidayat, mengungkapkan barang-barang tersebut diketahui dari hasil sidak dengan cara berpura-pura membeli di pasaran. Barang yang mencurigakan tersebut tengah dilakukan uji laboratorium.

 

"Ternyata di Palembang masih ditemukan barang-barang yang tak memenuhi SNI. Barang itu mulai elektronik hingga pakaian dalam wanita," ungkap Wahyu, Jumat (9/3).

 

Dijelaskannya, barang-barang elektronik yang ditemukan tak berstandar nasional di antaranya kipas angin, setrika, DVD, dispenser, printer dan sebagainya. Mayoritas barang itu diproduksi dari China.

 

"Secara kasat mata memang produk China," ujarnya.

 

Sementara dugaan kandungan silikon di pakaian dalam wanita itu, Wahyu menyebut masih dalam uji laboratorium. Sebab temuan itu sudah terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

 

"Pertama kali ditemukan di Riau, konsumen mengeluh sakit di payudara ketika menggunakan BH itu. Nah, apakah pakaian dalam yang kita temukan ini berbahaya, kita uji dulu," kata dia.

 

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Yustianus mengatakan, pihaknya bersama tim dari pusat mengawasi secara berskala terhadap pelaku usaha. Pengawasan diutamakan dari sisi SNI.

 

"Hasilnya memang banyak yang tak memenuhi SNI. Jika benar berbahaya, barang-barang itu akan kita sita," jelas dia. [lia]

 

Link: https://www.merdeka.com/peristiwa/bra-celana-dalam-wanita-impor-dari-china-diduga-mengandung-silikon-berbahaya.html



Basni

Ada tanggapan lebih lanjut?

Lapor
Hotline 021 392-7422 Whatsapp 0813 802 2930
Email bsn@bsn.go.id E-Pengaduan SIPMAS

Klik LAPOR untuk Pengaduan Masyarakat