Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

SIARAN PERS: Kepala BSN Resmikan Laboratorium SNSU

  • Kamis, 22 Februari 2018
  • - -
  • 1989 kali

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya meresmikan Laboratorium Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) yang menggunakan gedung Technology Business Incubation Center (TBIC) yang berlokasi di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat pada Senin (19/2/2018). Peresmian ini dihadiri oleh jajaran pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BSN, Plt Kepala Pusat Penelitian Metrologi LIPI Ghufron Zaid, serta pegawai BSN. Laboratorium yang diresmikan ialah Laboratorium SNSU Bidang Mikrobiologi dan Peralatan Kesehatan. Peresmian laboratorium ini merupakan pelaksanaan amanah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (UU SPK).   Menurut UU SPK pasal 43, diamanatkan bahwa pengelolaan SNSU dilakukan oleh BSN. Dengan adanya amanah tersebut, dalam RPJMN 2015-2019, kebutuhan layanan diseminasi SNSU Bidang Mikrobiologi dan Peralatan Kesehatan belum tersedia. Padahal ini sangat diperlukan untuk mendukung Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian terkait berbagai produk barang dan jasa  kesehatan, produk berbasis mikrobiologi dan biologi molekular, juga produk pangan halal.   Bambang dalam kesempatan tersebut mengatakan, SNSU adalah standar dengan ketelitian tertinggi di suatu negara yang menjadi acuan ketertelusuran ke Sistem Internasional Satuan (SI) bagi hasil pengukuran yang dilakukan di negara itu. Fungsi tersebut menempatkan SNSU pada posisi sentral dalam sistem metrologi nasional.   Metrologi sendiri merupakan suatu komponen yang bersama dengan komponen standardisasi dan penilaian kesesuaian, membentuk infrastruktur mutu nasional. Infrastruktur mutu, lanjut Bambang, adalah totalitas kerangka institusional untuk membangun dan meningkatkan kesesuaian produk atau proses dengan maksud penggunaannya, keamanan, pemeliharaan kesehatan, perlindungan konsumen dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.   “Tidak ada mutu tanpa pengendalian mutu, tidak ada pengendalian mutu tanpa pengukuran, tidak ada pengukuran tanpa kalibrasi, tidak ada kalibrasi tanpa laboratorium yang diakreditasi, tidak ada laboratorium yang diakreditasi tanpa ketertelusuran, tidak ada ketertelusuran tanpa SNSU,” jelas Bambang.   Oleh karena itu, dalam pengelolaan SNSU ke depan, BSN akan menjalankan strategi pengelolaan SNSU yang mencakup elemen-elemen utama yaitu kebijakan pengelolaan SNSU, kelembagaan SNSU, hubungan regional dan internasional pengelola SNSU, pengembangan kompetensi pengelola SNSU, hubungan antara pengelola SNSU dan kelembagaan sekunder (laboratorium kalibrasi dan laboratorium Metrology in Chemistry), hubungan antara pengelola SNSU dan regulator, hubungan antara pengelola SNSU dan komponen infrastruktur mutu lainnya, serta hubungan antara pengelola SNSU dan industri.   Sebagai awal dari pelaksanaan Laboratorium SNSU Bidang Mikrobiologi dan Peralatan Kesehatan, pada tahun 2017 BSN melakukan pengadaan peralatan analisa biologi molekuler berupa Polymerase chain reaction (PCR) dan peralatan penunjangnya untuk analisa molekuler DNA. Tujuannya untuk menyediakan ketertelusuran pengukuran di bidang biologi. Selain itu BSN juga mengadakan peralatan sistem kalibrasi pipet multichannel untuk menyediakan layanan kalibrasi yang banyak dibutuhkan laboratorium atau industri di Indonesia.   Laboratorium yang beralamat lengkap di TBIC, Gd. ILSC No. 10.2, Jalan Raya Puspiptek, Gunung Sindur, Bogor ini merupakan laboratorium sementara sebelum dibangunnya gedung laboratorium yang baru di kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Banten. Pembangunan gedung baru Laboratorium SNSU Bidang Mikrobiologi dan Peralatan Kesehatan telah disetujui sebagai prioritas nasional dan akan dimulai pembangunannya pada tahun 2018 ini selama 3 tahun. Dengan adanya Laboratorium SNSU Bidang Mikrobiologi dan Peralatan Kesehatan ini, diharapkan pada tahun 2020, Indonesia telah memiliki sistem pengelolaan SNSU yang lengkap.    Bambang pun berharap dengan diresmikannya Laboratorium SNSU ini, sebagian amanat UU Nomor 20 Tahun 2014 sudah mulai berangsur-angsur dijalankan. Nantinya pengelolaan SNSU akan diperkuat untuk mengejar ketinggalan dibandingkan  negara lain termasuk di ASEAN. Ini semua untuk mendorong penguatan sistem standardisasi dan penikaian kesesuaian  untuk mendukung ekspor yang semakin menurun seperti diberitakan di beberapa media akhir-akhir ini.   Jakarta, 19 Februari 2018 Kontak person: Kabag Humas BSN Titin Resmiatin Email: titin@bsn.go.id Telp : 0818856109   Kepala Subbagian Pers dan Media Massa BSN Denny Wahyudhi Email: denny@bsn.go.id Telp : 087883721636



Basni

Ada tanggapan lebih lanjut?

Lapor
Hotline 021 392-7422 Whatsapp 0813 802 2930
Email bsn@bsn.go.id E-Pengaduan SIPMAS

Klik LAPOR untuk Pengaduan Masyarakat