Badan Standardisasi Nasional
  • A
  • A

Kacamata Nasional Siap Ekspansi Pasar Ekspor

  • Senin, 20 Mei 2019
  • - -
  • 183 kali

 

Indopos.co.id - Pasar industri kacamata dalam negeri dinilai potensial untuk terus bertumbuh. Pasalnya, kebutuhan kacamata dalam skala nasional makin besar.

 

Hampir separuh penduduk Indonesia telah menggunakan kacamata. Setahun sekali akan ada masyarakat yang mengganti kacamatanya. Sehingga membuat pasar kacamata semakin potensial.

 

Direktur PT Attala Indonesia Wenjoko Sidharta mengklaim, masyarakat Indonesia memiliki 2 hingga 3 kacamata. ''Tren penggunaan kacamata ini marak terjadi setelah teknologi sudah menjadi kebutuhan manusia,'' ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

 

Melihat hal itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri kacamata di dalam negeri melalui peningkatan investasi. Di samping memacu pengembangan produktivitas dan kualitas juga untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.

 

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, pihaknya mendorong kuantitas dan kualitas untuk pasar ekspor. "Oleh karena itu, pemerintah berupaya mendorong sektor ini agar lebih bisa tumbuh dan berkembang lagi,'' sebutnya.

 

Gati menyatakan, pihaknya bakal fokus menggenjot investasi dan ekspansi di sektor industri kacamata sehingga dapat memberikan efek berantai yang luas bagi perekonomian nasional. Dampak positif itu antara lain penerimaan negara dan penyerapan tenaga kerja.

 

''Apalagi, kacamata produksi dalam negeri sudah memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk impor. Untuk itu, kami juga akan mendorong perluasan pasarnya terutama ekspor. Selain itu, dengan adanya investasi baru, juga akan mensubstitusi produk impor,'' imbuhnya.

 

Beberapa waktu lalu, Gati beserta jajaran mengunjungi satu-satunya produsen kacamata yang terintegrasi di dalam negeri, yakni PT Atalla Indonesia. Pabrik yang berlokasi di Tangerang, Banten ini memiliki kapasitas produksi sebesar 4.500 lusin kacamata per hari dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 600 karyawan.

 

Kunjungan kerja tersebut dilakukan sebagai agenda rutin untuk mengetahui kondisi langsung di lapangan, khususnya sektor industri kacamata. Kini pembinaannya ada di bawah Direktorat Jenderal (Ditjen) IKMA, setelah terbitnya Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian.

 

Atalla Indonesia adalah salah satu perusahaan yang sudah memanfaatkan fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di kancah global. BMDTP merupakan insentif fiskal yang diberikan kepada sektor industri tertentu, berupa subsidi bea masuk oleh pemerintah atas bahan baku produksi yang diimpor oleh suatu perusahaan.

 

''BMDTP merupakan pengembalian bea masuk yang diberikan atas importasi bahan baku yang belum diproduksi di dalam negeri. Atau diproduksi di dalam negeri tapi belum memenuhi spesifikasi atau belum mencukupi kebutuhan dan diimpor dari negara non-FTA (Free Trade Agreement),'' paparnya.

 

Dia menambahkan, pihaknya juga akan berupaya memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk kacamata yang beredar di pasar domestik, guna melindungi industri dan konsumen di dalam negeri. ''SNI kacamata belum ada. Sekarang satu-satunya cara untuk menahan impor itu melalui nontarif barrier, melalui SNI kacamata. Cuma yang jadi masalah, tim penguji yaitu LSPro-nya ada nggak?,'' katanya.

 

Dia mencontohkan, dulu produk helm yang beredar di Indonesia banyak yang berasal dari impor. Namun sejak diterapkan SNI pada produk tersebut, secara perlahan impor helm menurun dan pasar dalam negeri dikuasai oleh produk lokal.

 

Menurut Gati, dalam penyusunan aturan wajib SNI ini, pihaknya akan mengikutsertakan produsen dalam negeri untuk memberikan masukan. Dengan demikian, industri dalam negeri tidak terbebani dengan adanya ketentuan ini.

 

''Kami akan bikin SNI-nya. Nanti produsen masuk tim teknis, baik untuk plastik maupun metal. Tapi kita jangan bikin standar yang tinggi-tinggi, nanti industri dalam negeri berat,'' pungkasnya. (dew)

 

Link: https://indopos.co.id/read/2019/05/20/175800/kacamata-nasional-siap-ekspansi-pasar-ekspor

 

berita terkait:

1. http://akurat.co/ekonomi/id-627341-read-investasi-industri-kacamata-terus-dipacu

2. http://www.galamedianews.com/nasional/223028/pasar-masih-potensial-kemenperin-fokus-tumbuhkan-industri-kacamata.html 

3. 

https://ekbis.sindonews.com/read/1405373/34/penuhi-pasar-domestik-dan-ekspor-kemenperin-tingkatkan-industri-kacamata-1558189942

4. http://www.suarakarya.id/detail/92294/Pasar-Masih-Potensial-Kemenperin-Genjot-Industri-Kacamata

5. https://industri.kontan.co.id/news/potensi-pasar-industri-kacamata-dalam-negeri-makin-lebar

6. https://ekonomi.bisnis.com/read/20190518/257/924305/produk-kacamata-akan-dikenai-sni

7. https://pressrelease.kontan.co.id/release/pasar-masih-potensial-kemenperin-fokus-tumbuhkan-industri-kacamata 

8. https://jpp.go.id/ekonomi/industri/332749-pasar-masih-potensial-kemenperin-fokus-tumbuhkan-industri-kacamata



Basni

Ada tanggapan lebih lanjut?

Lapor
Hotline 021 392-7422 Whatsapp 0813 802 2930
Email bsn@bsn.go.id E-Pengaduan SIPMAS

Klik LAPOR untuk Pengaduan Masyarakat