Nasional

BSN Serahkan SK SNI ISO 20121:2017 dan SNI ISO 14034:2017 Kepada KLHK

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya menyerahkan Surat Keputusan Penetapan SNI ISO 20121:2017, Sistem manajemen event berkelanjutan – Persyaratan dengan panduan penggunaan dan Surat Keputusan Penetapan SNI ISO 14034:2017, Manajemen lingkungan – Verifikasi teknologi lingkungan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam acara Workshop Standardisasi dan Kolaborasi Mitra dalam Pencapaian Sasaran 12 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, di Jakarta (01/11/2017). Workshop dihadiri Deputi Kemaritiman dan Sumberdaya Alam – Bappenas, Arifin Rudiyanto, Staf Ahli Bidang Industri dan Perdagangan KLHK, Laksmi Dhewanti, Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK, Noer Adi Wardojo, serta para pemangku kepentingan yang terkait dengan tema workshop. 

Bambang dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap hasil kerja KLHK untuk terus mengembangkan SNI termasuk SNI yang mendukung  program pemerintah tentang Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. “Masyarakat Indonesia masih belum terlalu aware terhadap lingkungan seperti kita lihat di tempat-tempat wisata yang masih berserakan sampah sehingga mengurangi minat wisatawan untuk datang berkunjung,”ujar Bambang. Dengan Penetapan SNI sistem manajemen even dan manajemen lingkungan, lanjutnya, para pihak di lapangan dapat mengelola even dan lingkungannya secara lebih baik.

 

Dalam keterangan tertulis KLHK menyebutkan, bahwa dalam rangka mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, pemerintah diharapkan dapat melaksanakan operasional yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab. Salah satu perwujudan hal ini, yaitu dibangunnya Green Public Procurement (GPP) atau Pengadaan Barang/Jasa yang ramah lingkungan. 

Saat ini Tim Kerja GPP Lintas Kementerian/Lembaga –termasuk BSN dipimpin oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengkoordinasikan berbagai skema standar/sertifikasi yang mendorong barang/jasa teknologi yang efisien dan ramah lingkungan. Telah disepakati 7 produk ramah lingkungan sebagai informasi publik register/daftar rujukan produk ramah lingkungan. Daftar ini akan disediakan secara terbuka bagi jajaran instansi pemerintah maupun institusi swasta dan masyarakat umum. Dengan tersedianya informasi publik tersebut, pemanfaatan barang/jasa/teknologi ramah lingkungan diharapkan lebih meningkat dan pelaku usaha yang menghasilkan barang/jasa/teknologi ramah lingkungan akan bertumbuh.



Mekanisme verifikasi teknologi ramah lingkungan merupakan serangkaian tahapan yang dilaksanakan bersama dengan Komite Teknis, dengan hasil keputusan dari Verifikasi Teknologi Ramah Lingkungan yaitu akan diterbitkan registrasi terhadap klaim alat/teknologi yang diajukan yang terverifikasi. Keseluruhan hasil review teknologi ramah lingkungan serta hasilnya didokumentasikan dalam suatu laporan rangkaian kegiatan klaim kinerja teknologi ramah lingkungan. Hasil review yang sudah dilakukan akan dimasukkan dalam database teknologi ramah lingkungan yang dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan informasi. Di dalam mekanisme verifikasi teknologi ini mengandung unsur edukasi bagi para penyedia teknologi dan pihak yang berpotensi memanfaatkan teknologi tersebut.

 

Sementara itu, SNI ISO 20121:2017 dengan judul Sistem Manajemen Event Berkelanjutan-Persyaratan dengan Panduan Penggunaan, merupakan adopsi identik dari ISO 20121:2012, Event sustainability management systems-Requirements with guidance for use, dengan metode adopsi republikasi-reprint. Adopsi standar ini telah dibahas dan disepakati dalam rapat konsensus Komite Teknis 13-07 Manajemen Lingkungan di Jakarta pada tanggal 17 April 2017. SNI ini memberi kerangka untuk mengenali adanya kemungkinan dampak negatif dari berbagai acara, baik secara sosial, ekonomi, maupun terhadap lingkungan yaitu dengan menghapus atau mengurangi acara-acara tersebut, serta meningkatkan dampak positif melalui peningkatan perencanaan dan proses.

Bambang mendukung kinerja KLHK dalam mengembangkan SNI terutama yang terkait dengan event dan menajemen lingkungan. “Kerjasama yang luar biasa antara BSN dan KLHK telah menjadi benchmark internasional salah satunya mengenai SVLK. Bahkan, Pak Adi Wardoyo menjadi wakil Komtek terbaik di ISO,” ujar Bambang.



Berdasarkan keterangan tertulis dari KLHK terdapat 11 SNI yang ditetapkan oleh BSN untuk lingkup pengelolaan hutan diantaranya SNI 7896:2013 Pengelolaan Hutan Lindung Lestari; SNI 8013:2014 Pengelolaan Pariwisata Alam; SNI 8156:2015 Prinsip, Kriteria dan Kerangka Perkembangan Indikator Pengelolaan Hutan Produksi Lestari; serta SNI 5006.3-2016 Persemaian Permanen Tanaman Hutan.

 

Selain itu, terdapat 10 SNI yang ditetapkan oleh BSN lingkup manajemen lingkungan, salah satunya adalah SNI ISO 14034:2017 Manajemen Lingkungan-Verifikasi Teknologi Lingkungan.

“Manfaat menerapkan SNI tidak hanya dirasakan oleh industri tetapi juga konsumen. Oleh karenanya, dalam merumuskan standar haruslah netral, tidak ada keberpihakan pada pelaku usaha maupun konsumen. Kita berharap KLHK terus mempertahankan konsistensinya bersikap netral dalam keterlibatannya pada kegiatan perumusan SNI,” tegas Bambang. (dnw/nda)


Dilihat : 291


Daftar SNI yang diusulkan untuk di Abolisi JAJAK PENDAPAT RSNI3 6128:201X, Beras Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2017 3 (tiga) Tahun Kerja Bersama - Capaian Kinerja Pemerintahan JOKOWI dan JK HASIL AKHIR SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DI LINGKUNGAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL TAHUN 2017