detail

Kripik Pisang Tanduk Umkm Luwu Timur Rambah Pasar Ritel Di Makassar

 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Kripik pisang tanduk Mamali dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Luwu Timur (Lutim) sudah tembus pasar ritel di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Produk tersebut hasil binaan Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) Sari Raos melalui program strategi hilirisasi UKM yang juga memberi kesempatan pelaku usaha untuk memperluas jaringan pasar.P

roduk juga mendapat dukungan PT Vale, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur, dan Asosiasi UKM Mutiara Timur Cabang Luwu Timur.

Bupati Luwu Timur Thoriq Husler hadir dalam pelepasan gunting pita yang menandai pengiriman perdana produk Mamali Sari Raos, sebanyak tiga ton di UKM Mart Angkona, Kamis (5/10/2017).

Hadir Wakil Bupati irwan Bahri Syam anggota DPRD Luwu Timur, manajemen PT Vale Laode Muhammad Ichman, kepala desa dan pengurus Bumdes se Luwu Timur dan para pelaku UKM.

"Saya bangga atas hasil kerja keras kita semua. Semoga produk ini bisa jadi kebanggaan Luwu Timur dan menjadi momentum pertumbuhan UKM di daerah kita," kata Husler dalam rilisnya, Jumat (6/10/2017).

Untuk itu, Husler meminta agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan BUMDes bisa menangkap peluang sebagai mitra industri UKM.

Ketua Asosiasi UKM Mutiara Timur Hasidah S. Lipoeng mengatakan komoditas pisang tanduk paling potensial di Luwu Timur.

Dalam tiga bulan pertama, Mamali Sari Raos menargetkan pengiriman produk sebanyak 3 ton per bulan.

"Di bulan keempat, target naik menjadi 10 ton. Kenaikan volume produksi akan diimbangi dengan penyiapan lahan untuk perkebunan pisang tanduk,"terangnya.

Mewakili Manajemen PT Vale, Laode Muhammad Ichman menuturkan, produk lokal ini diharapkan dapat terus berkembang.Apalagi kehadirannya sangat memberikan dampak besar terhadap semua sektor, salah satunya pasokan bahan baku yang diperoleh dari petani dengan memanfaatkan peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Kedepannya akan dilakukan  standarisasi produk dan produksi yang rencana bekerjasama dengan Badan Standar Nasional (BSN) untuk pelabelan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi 45 kelompok usaha melalui proses penguatan pendampingan," tuturnya.

Selain itu, akan dilakukan  penerapan good manufacturing practice kepada pelaku usaha. Usaha keripik pisang tanduk ini mulai dirintis oleh Bertin sejak tahun 2006. Produk pertama kali dipasarkan di Sorowako dan sekitarnya dengan sasaran toko-toko kecil dan rumah tangga.

Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah Luwu Timur yang selama ini telah memberikan dukungan, untuk mengikutkan produk keripik pisang Mamali Sari Raos ini ke sejumlah pameran dan bimbingan berupa pelatihan industri rumah tangga," kata dia.Tak hanya itu, Bertin menyampaikan rasa terima kasihnua ke PT Vale  Indonesia, Tbk yang senantiasa memberikan pendampingan dalam mengawal produk industri rumah tangga yang diproduksinya.

SUMBER : TRIBUNLUTIM.COM, 7 Oktober 2017


Dilihat : 228