detail

Standar Mutu Produk Untuk Hadapi Serbuan Produk Asing di Luar ASEAN

Kliping Berita

Jumat, 25 Agustus 2017 – 19:47 WIB


jpnn.com, JAKARTA - Kawasan ASEAN terus memererat hubungan antarnegara anggota dan berjuang menjadi kawasan perdagangan kuat di dunia.

Dalam hal perdagangan, ASEAN melalui forum ASEAN Consultative Commitee for Standard and Quality (ACCSQ) Working Group I yang berkonsentrasi pada Standard and Mutual Recognition Arrangement (MRA) telah membentuk task force khusus untuk membahas dan menyiapkan MRA sektor konstruksi dan bangunan.

Menurut Kepala Pusat Perumusan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN) Zakiyah, pertemuan Task Force on Building and Construction (TFBC) merupakan momen penting dalam membangun bisnis ke depan, dengan hadirnya delegasi dari anggota ASEAN seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Thailand, Indonesia, dan Indonesia.

"Indonesia harus memanfaatkan diskusi regional ASEAN ini untuk mengusukan berbagai hal terkait kesepakatan dalam MRA dengan pertimbangan kesiapan industri nasional, dan peluang ekspor," terang Zakiyah di sela-sela pertemuan di Jakarta, Jumat (25/8).

Sementara Kepala BSN Prof Bambang Prasetya menegaskan, keikutsertaan Indonesia dalam pertemuan ini memberikan keuntungan dalam memerkuat perdagangan khususnya dengan anggota ASEAN. Karena masing-masing negara ASEAN punya kesepakatan bersama tentang standardisasi mutu produk.

Terkait apakah ini melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menurut Bambang, tentunya tidak karena di dalam aturan WTO ada klausul national differencies geographical. Ini merupakan celah yang bisa dimanfaatkan.

Dia mencontohkan, Malaysia dan Singapura memiliki kondisi geografis sendiri, sehingga suatu produk dikembangkan agar cocok dengan negara tersebut atau harus mengikuti kondisi tersebut.

Maka produk Tiongkok atau negara lain di luar ASEAN yang ingin masuk pun harus mengikuti standar tersebut.

"Ini merupakan salah satu barrier untuk menghadapi serbuan produk asing di luar ASEAN," terangnya.

Pertemuan ini, lanjutnya, mempersiapkan draft untuk saling pengakuan di antara anggota ASEAN. Nanti hasilnya akan dikirim ke masing-masing menteri dan level lebih tinggi pembuat kebijakan/regulasi.

Tony TH Sinambela, Kepala Pusat Standardisasi Industri Kementerian Perindustrian Indonesia menambahkan, standarnya diharmonisasi baru sertifikatnya diakui.

Karena kondisi masing-masing negara untuk saat ini belum memungkinkan, maka belum bisa mengharmonisasikan standar untuk TFBC ini.

"Tetapi untuk saat ini kami saling mengakui sertifikat dari masing-masing negara," tandasnya. (esy/jpnn)



Link : http://www.jpnn.com/news/standar-mutu-produk-untuk-hadapi-serbuan-produk-asing-di-luar-asean?page=1


Dilihat : 407