Daerah

Universitas Muhammadiyah Malang Antusias untuk Mengajarkan Pendidikan Standardisasi

Sebagai salah satu tindak lanjut pelaksanaan MoU antara BSN dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ditandatangani pada 14 April 2016, BSN menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Pendidikan Standardisasi dan Pengenalan SNI ISO 9001:2015 bagi para Dosen Pengampu di UMM. Bertempat di ruang sidang Program Studi Manajemen GKB II, acara ini dihadiri oleh sekitar 40 orang perwakilan dosen dan kepala jurusan dari berbagai jurusan di 10 fakultas UMM, yaitu fakultas teknik, pertanian dan peternakan, ilmu sosial dan ilmu politik, keguruan dan ilmu pendidikan, hukum, kedokteran, ilmu kesehatan, ekonomi dan bisnis, psikologi, dan agama Islam.


Acara dibuka oleh Prof. Dr. Sudjono selaku Direktur Direktorat Penelitian dan Pengendalian Mutu (DPPM) dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pendidikan standardisasi oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi – BSN, Ir. Nasrudin Irawan, M.EnvStud, pemaparan mengenai Pengenalan Pengantar Standardisasi yang merupakan salah satu referensi materi mata kuliah standardisasi serta pengenalan e-learning oleh Kristiati Andriani, Kepala Subbidang Sistem dan Evaluasi Diklat Standardisasi – BSN, dan diakhiri dengan pengenalan SNI ISO 9001:2015 oleh Jack Rudolf Matatula.

 

Dalam sambutannya, Sudjono menyampaikan bahwa UMM mendukung dan menyambut baik rencana penerapan pendidikan standardisasi sebagai mata kuliah di berbagai jurusan di UMM, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang lebih kompetetitif. Selain itu, disampaikan pula bahwa  saat ini, UMM sedang melakukan transisi penerapan SNI ISO 9001 dari versi 2008 ke versi 2015, sehingga diharapkan selain sistem manajemen mutu versi terbaru dapat diterapkan oleh bidang akademik dan pelayanan serta bidang-bidang lain, SNI ISO 9001:2015 dapat juga diperkenalkan dan diajarkan kepada mahasiswa.

Sementara itu, Nasrudin Irawan menyampaikan bahwa standar berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu bangsa di mana standar dapat meningkatkan efisiensi ekonomi dengan menjamin kemamputukaran (interchangeability) dan kompatibilitas berbagai komponen produk dan pemanfaatan sumber daya, mencegah terjadinya kegagalan pasar dengan mengurangi ketidakseimbangan informasi antara pembeli dan produsen melalui informasi (misalnya penandaan) bahwa suatu produk telah memenuhi persyaratan standar tertentu, serta meningkatkan perdagangan dan rantai pasok global melalui harmonisasi standar. Sehingga pengetahuan akan standar sangat perlu diketahui oleh lulusan universitas agar mampu bersaing tidak hanya dengan sumber daya manusia di Indonesia, namun juga di tingkat global. Untuk itu, pengajaran pendidikan standardisasi di perguruan tinggi dapat dilakukan dalam 3 (tiga) alternatif, yaitu sebagai sisipan dalam mata kuliah yang telah ada, sebagai mata kuliah spesifik yang dapat berupa mata kuliah wajib dan pilihan, serta menjadi major atau jurusan dalam suatu fakultas, seperti yang telah dilakukan IPB dan USakti yang membuka jurusan S2 Standardisasi.

                    

“Untuk mempermudah mahasiswa dan dosen dalam mempelajari standardisasi di mana pun berada, BSN memperkenalkan e-learning di mana isinya tidak hanya berisi kursus-kursus mengenai standardisasi dalam berbagai media seperti e-book, animasi, video presentasi dan video kegiatan belajar mengajar di kelas, tetapi juga dilengkapi dengan ujian online setiap kursus di mana setelah peserta lulus ujian, sertifikatnya dapat langsung dicetak saat itu juga dan dapat dimanfaatkan sebagai SKPI.” terang Kristiati.


Dilihat : 347


BSN Launching SNI Corner Di UPS Tegal Indonesia Harus Manfaatkan Forum TFBC Untuk Kepentingan Nasional PERPANJANGAN WAKTU SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DI LINGKUNGAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL INDONESIA QUALITY EXPO 2017 HUT RI Ke - 72 Tahun, Indonesia Kerja Bersama