Prof. Purwiyatno Hariyadi, anggota Komite Nasional Codex Indonesia, terpilih sebagai Vice-Chair Codex Alimentarius Commission

Salah satu pakar teknologi pangan Indonesia, yang juga merupakan anggota Komite Nasional Codex Indonesia, Prof. Purwiyatno Hariyadi, telah terpilih sebagai Vice-Chair Codex Alimentarius Commission (CAC).   Dalam pemilihan yang dilaksanakan pada sidang CAC ke-40 di Jenewa, Swiss, 17-22 Juli 2017, terdapat empat kandidat dari Indonesia, Lebanon, PNG dan UK yang bersaing untuk mengisi tiga posisi Vice Chair CAC.

Sebelum pelaksanaan sidang, Indonesia telah melakukan lobi secara formal maupun informal kepada negara anggota Codex melalui BSN selaku Codex Contact Point maupun nota diplomatik yang dikirimkan oleh Kementerian Luar Negeri.  Permintaan dukungan juga dilakukan saat pertemuan ASEAN Task Force on Codex, pendekatan informal saat sidang Komite maupun kolokium yang dilaksanakan oleh regional tertentu. 

Selama pelaksanaan sidang CAC ke-40 delegasi Indonesia yang dipimpin langsung oleh Kepala BSN Prof. Bambang Prasetya, juga semakin internsif melakukan lobi melalui serangkaian pertemuan untuk menyampaikan visi kandidat.  Delegasi Indonesia berhasil meminta kepada seluruh Regional Codex yang terdiri dari Asia, Africa, Europe, Near East, Latin America and Carribean serta North America and South West Pacific untuk mendengarkan paparan visi dan misi Prof. Purwiyatno Hariyadi sehingga mereka mengatahui kapasitas dan kompetensinya.  Pendekatan diplomatik juga terus dilakukan oleh PTRI Jenewa sehingga Indonesia mendapatkan garansi dukungan saat pemilihan.

Setelah seluruh upaya telah maksimal dijalankan, pada saat pemilihan yang berlangsung dengan voting secara tertutup, Prof. Purwiyatno Hariyadi dipilih oleh 103 negara anggota Codex,  sedangkan  kandidat dari Libanon 102 negara, UK 102 negara dan PNG 59 negara.  Dengan demikian, Prof. Purwiyatno Hariyadi bersama kandidat terpilih dari Lebanon dan UK secara resmi ditetapkan sebagai Vice Chair, mendampingi Chair terpilih dari Brazil untuk mempimpin sidang CAC.

 

Prestasi ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus kesempatan bagi Indonesia untuk semakin berkiprah dan memberikan warna dalam forum standar pangan  internasional karena  CAC merupakan badan internasional dibawah FAO dan  WHO yang diberi mandat untuk mengembangkan standar pangan dan teks terkait dalam rangka melindungi kesehatan konsumen dan memfasilitasi perdagangan pangan internasional yang fair.  Saat ini keanggotaan Codex yang diwakili oleh pemerintah telah mencakup 188 Negara, 1 Organisasi Internasonal (European Union) serta organisasi internasional non pemerintah yang bertindak sebagai observer. 

 

Standar, pedoman, rekomendasi, dan teks lain yang terkait di bidang pangan ditetapkan oleh CAC secara konsensus berdasarkan data ilmiah untuk memastikan pemenuhannya terhadap persyaratan keamanan pangan.  Dalam perdagangan pangan internasional, standar Codex merupakan referensi bagi negara anggota WTO dalam melakukan harmonisasi standar atau regulasi di bidang pangan dan menjadi acuan apabila terjadi perselisihan (dispute) dalam perdagangan internasional. 

 

Melihat posisinya yang strategis di tingkat internasional, terpilihnya Prof. Purwiyatno Hariyadi merupakan suatu momentum bagi Kementerian/Lembaga serta pihak lain yang tergabung dalam organsiasi Codex Indonesia, untuk semakin meningkatkan kontribusi dan  kemampuannya dalam penyusunan standar internasional sehingga produk pangan Indonesia tidak hanya dapat menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, tapi dapat diterima di pasar  internasional.


Dilihat : 814


BSN Launching SNI Corner Di UPS Tegal Indonesia Harus Manfaatkan Forum TFBC Untuk Kepentingan Nasional PERPANJANGAN WAKTU SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DI LINGKUNGAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL INDONESIA QUALITY EXPO 2017 HUT RI Ke - 72 Tahun, Indonesia Kerja Bersama