Daerah

BSN Turut Ambil Bagian dalam Kemeriahan Soropadan Agro Expo 2017

Soropadan Agro Expo, atau yang lebih dikenal dengan SAE, merupakan acara dua tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah. Kali ini, SAE 2017 diadakan mulai dari tanggal 13-17 Juli 2017 di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Agrocenter Soropadan, Temanggung, Jawa Tengah, dengan mengangkat tema"Membangun Agribisnis berdaya saing di pasar global yang berkeadilan, berdaulat, dan berkelanjutan". Acara yang dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ini bertujuan untuk mempromosikan produk hasil pertanian dan komoditi unggulan tiap-tiap daerah di Jawa Tengah.

Dalam pembukaannnya, Ganjar mengucapkan terima kasih terhadap para petani yang telah berhasil dalam meningkatkan produktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat jawa tengah. Selain itu, diluncurkan pula situs regopantes.com yang menjembatani antara petani dan konsumen secara langsung. Diharapkan dengan adanya situs regopantes.com dapat memperpendek rantai pasokan sehingga harga yang diperoleh oleh konsumen menjadi lebih murah, dan keuntungan yang didapatkan oleh petani menjadi lebih besar jika dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh jika menjual hasil tani mereka ke pengepul.

Acara ini mempertemukan pembeli dan produsen secara langsung, sehingga informasi mengenai produk pertanian dapat secara jelas tersampaiakan. Dengan lancarnya arus informasi mengenai pertanian, maka diharapkan posisi dan eksistensi pertanian akan semakin kuat sebagai penopang perekonomian dan pembangunan Jawa Tengah.

Acara ini terbagi menjadi beberapa jenis program acara, antara lain, pameran produk unggulan Jawa Tengah, sosialisasi terkait dengan perijinan, halal dan SNI. Dalam acara tersebut Badan Standardisasi Nasional(BSN) juga ikut berpartisipasi mengenalkan SNI kepada pengunjung. Dalam acara workshop penyusunan dokumen perijinan, Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan, Nasrudin Irawan, menjelaskan bagaimana mendapatkan sertifikasi SNI. Selain berpartisipasi dalam workshop, BSN juga membuka stand klinik SNI, yang memberikan informasi mengenai SNI kepada mereka yang membutuhkan. Karena tema acara SAE 2017 adalah agri bisnis, maka yang diangkat oleh klinik SNI adalah SNI pertanian Organik dan SNI beras.

 

 

Ternyata banyak sekali masyarakat pengunjung seperti dari kelompok tani, produsen produk pertanian, serta regulator yang mengunjungi stand BSN tertarik dengan informasi yang disampaikan. Kebanyakan mereka menanyakan mengenai lembaga sertifikasi untuk sertifikasi pertanian organik, tatacara mendapatkan sertifikat SNI pertanian organik, dan produk pertanian apa saja yang sudah ber SNI. Selain itu, salah satu pengusaha kopi dari Kudus dengan produk kopi Wilhelmina menanyakan bagaimana mekanisme sertifikasi SNI dan bagaimana caranya agar produknya memenuhi SNI. Sedangkan dari regulator menanyakan tentang pelatihan standardisasi dan rencana kerjasama untuk sosialisasi SNI kepada penyuluh pertanian dan stakeholder lainnya.

 

Dalam SAE 2017 ini, BSN membawa serta maskotnya, Sirino. Dalam sekejap saja, Sirino dapat menarik hati para pengunjung, terutama anak-anak. Permintaan foto bersama oleh pengunjung selalu muncul di tempat-tempat yang disinggahi oleh Sirino. Meskipun singkat, Sirino berhasil menjadi primadona sesaat di gelaran SAE 2017 ini. Momentum ini menjadi kesempatan BSN untuk mengkampanyekan SNI dan mengenalkan SNI kepada masyarakat.

 


Dilihat : 193


Prof. Purwiyatno Hariyadi, anggota Komite Nasional Codex Indonesia, terpilih sebagai Vice-Chair Codex Alimentarius Commission Peresmian SNI Corner di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Hati -Hati Penipuan Atas Nama Pimpinan BSN/ KAN INDONESIA QUALITY EXPO 2017 SMAK Sinlui 1 Surabaya dan SMKN Sumsel akan Wakili RI di Olimpiade Standar Tingkat Dunia di Korea