Daerah

BSN – UNSRI Kerjasama Kembangkan Laboratorium Pengujian Produk Pangan Olahan Khas Sumsel

Belum ke sumsel atau ke Palembang jika belum makan Pempek, Tekwan, Amplang atau Kerupuk Ikan. Sederet produk pangan olahan khas Sumsel, dimakan maupun dijadikan oleh-oleh. Pempek, Tekwan, Amplang dan Kerupuk ikan ini merupakan pangan olahan tradisional berbasis ikan yang memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

Untuk meningkatkan keamanan dan kualitas produk khas Sumsel ini dapat dilakukan melalui penerapan SNI, Standar Nasional Indonesia. Saat ini ada 6 SNI untuk pempek dan kerupuk ikan, yaitu  seri SNI 7661:2013 untuk Pempek dan seri SNI 2713:2009 untuk Kerupuk Ikan dan Amplang. Untuk Tekwan dapat mengacu ke SNI 01-2891-1992 (Cara uji Makanan dan Minuman) .


Untuk membuat produk pempek, kerupuk ikan, amplang dan tekwan yang berkualitas yang sesuai SNI, ada bagian penting yang harus disiapkan secara mantap, yaitu pengujian laboratorium. Untuk itu, BSN bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya, lintas Fakultas, FMIPA dan Pertanian, menyiapkan laboratorium pengujian sesuai dengan SNI ISO/IEC 17025:2008 (Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian atau Kalibrasi).


Langkah awal sudah dimulai sejak senin lalu (29/05), Tim UNSRI dan KLT BSN di Palembang melakukan analisa kesenjangan (gap analysis) antara proses bisnis yang ada dengan persyaratan SNI ISO/IEC 17025. Tim UNSRI dipimpin oleh Dr. Suheryanto yang merupakan  dosen standardisasi di jurusan Kimia FMIPA. Selain aktif mengajarkan standar ke mahasiswa dan  dosen, Dr. Suheryanto juga aktif juga Forum Pendidikan Standardisasi dan menjabat sebagai wakil ketua.
Anggota Tim UNSRI, yang lain Prof. Dr. Filli Pratama, Dr. Nuhayanti, dan Hafsah.

Sebelumnya, UNSRI sudah memiliki dua laboratorium yang sudah diakreditasi Komite Akreditasi Nasional, yaitu Laboratorium Lingkungan di Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Laboratorium Pengujian Terpadu Jurusan Kimia FMIPA yang dikepalai oleh Dr. Suheryanto. Dari diskusi yang berlangsung, ada keinginan pihak UNSRI untuk membangun Laboratorium Terpadu, termasuk di dalamnya Laboratorium Pengujian Halal yang terakreditasi KAN seperti di UGM atau IPB, mengingat Laboratorium Pengujian Halal sangat sangat penting dalam peningkatan kualitas dan daya saing produk Sumsel. (klt_plg)


Dilihat : 439


Hati -Hati Penipuan Atas Nama Pimpinan BSN/ KAN INDONESIA QUALITY EXPO 2017 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DI LINGKUNGAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DI LINGKUNGAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL Prof. Purwiyatno Hariyadi, anggota Komite Nasional Codex Indonesia, terpilih sebagai Vice-Chair Codex Alimentarius Commission