Internasional

The 38th Meeting of ACCSQ-WG1 on Standards and MRA : Bahas Perkembangan Harmonisasi Standar di ASEAN

ASEAN Consultative Committee on Standards and Quality (ACCSQ) menyelenggarakan The 38th Meeting of ACCSQ-WG1 (Working Group on Standards and Mutual Recognition Arrangements) pada 25-26 Mei 2017 di Yangoon, Myanmar. Pertemuan dibuka oleh  Deputy Director General Departement of Research and Innovation (DRZ), Ministry of Education Myanmar Phu Phu Wan. Pertemuan dipimpin oleh Mrs. Norhaliza Arifin, Senior Principal Assistant Director (Standardization), Department of Standards Malaysia selaku Chair dan Steven PHUA Deputy Director Standard Divion, SPRING Singapore selaku Co-Chair dan dihadiri oleh semua negara ASEAN dan Sekretariat ASEAN.  

Indonesia juga turut hadir dalam pertemuan ini. Delegasi Republik Indonesia dipimpin oleh Kepala Pusat Perumusan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN) Zakiyah, didampingi beberapa anggota delegasi yaitu Olivia Sary dari BSN; Tony Sinambela, Lusiana fitri dan Andreas Kristianto dari Pusat Standardisasi Industri, BPPI, Kementerian Perindustrian; serta Zulvri Yenni dari Direktorat Perundingan ASEAN Kementerian Perdagangan.

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]-->

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> Beberapa butir penting yang dihasilkan dalam sidang ini antara lain :

1. WG1 menyetujui arahan ACCSQ ke-47 untuk fokus melakukan harmonisasi standar dan akan melakukan revisi TOR WG1. Revisi TOR diharapkan dapat difinalisasi pada bulan November 2017.

2. WG1 melakukan revisi workplan tahun 2017-2025 dengan menyesuaikan perkembangan isu-isu di bawah lingkup kerjanya, seperti identifikasi area baru untuk standar yang diharmonisasi, perlunya update partisipasi setiap negara dalam pengembangan standar internasional, dan capacity building masing-masing negara.

3. WG1 meminta arahan ACCSQ terkait lingkup MRA apakah dapat mengakomodir isu SPS dalam framework, mengingat saat ini framework MRA hanya mencakup isu TBT, sedangkan beberapa Product Working Group di bawah WG1 mempunyai kaitan dengan isu SPS, seperti Wood-based PWG dan Prepared Foodstuff PWG. Terkait hal ini, WG1 juga meminta arahan ACCSQ terkait lingkup GRP Guide dan setelah mendapat arahan, PTB bersama Chair/Co-Chair WG1 akan membuat 1th draft ASEAN GRP Guide berdasarkan hasil workshop.

4. Pertemuan menyepakati akan membahas usulan kriteria  “valid reason” penarikan standar yang terdapat didalam daftar harmonisasi standar yang diusulkan RBPWG pada pertemuan ACCSQ-WG1 selanjutnya.


5. Pertemuan membahas perkembangan harmonisasi standar dari masing-masing sektor, sebagai berikut:

i. Harmonization of Standards for 20 Priority Products, Safety and EMC Standards. Pertemuan mencatat update harmonisasi standar prioritas yaitu Medical Devices sebanyak 62,5% untuk Direct use without adoption of international standard (DIR); EMC Standard sebanyak 64.4% DIR dan Additional EE product sebanyak 53.5% DIR. Sedangkan untuk yang identik, medical devices sebanyak 32.5%, EMC standard sebanyak 35.6%, dan Additional EE product 38.3%. Pertemuan meminta arahan dari perwakilan ISO terkait standar yang akan di harmonisasi jika standar beberapa negara ASEAN merupakan adopsi modifikasi. 

 ii. Harmonization of Standards for Electrical and Electronic Equipment Sector. Harmonisasi standar oleh JSC EEE adalah sebanyak 119 standar. Ada usulan 3 standar baru oleh Thailand dan Filipina yang akan diharmonisasi yaitu IEC 62113:2002 Ed 1.0, IEC 61199-1999, dan IEC 61195:1999.

iii. Harmonization of Standards for the Medical Device Sector. AMDC telah melakukan harmonisasi standar sebanyak 14 standar prioritas dan 2 standar tambahan.

iv. Harmonization of Standards for the Rubber-based Products Sector. RBPWG telah melakukan harmonisasi standar sebanyak 61 standar sesuai standar ISO. 

v. Harmonization of Standards for the Wood-based Products Sector. TFWBP telah mengidentifikasi 57 standar dan dalam proses penentuan prioritas standar yang akan diharmonisasi.

vi. Harmonization of Standards for the Cosmetics Sector. Pertemuan  mendorong Asean Cosmetic Committee (ACC) untuk mengharmonisasi daftar ASEAN Cosmetic Method (ACM) mengikuti standar internasional.

6. Adanya bantuan capacity building dari EU-ARISE dan PTB untuk ACCSQ- WG1. EU-ARISE telah melakukan kegiatan seperti Workshop revisi framework MRA, pengembangan database standar di ATR, dan daftar FAQ terkait harmonisasi standar. Sedangkan PTB melakukan revisi GRP guideline dan menyetujui adanya workshop GRP guideline pada bulan November 2017.   ISO melakukan technical assistance pada sektor Woodbased, Medical devices, rubber, Pharmaceutical dan building construction dan akan melakukan konfirmasi terkait standar yang akan di harmonisasi jika standar beberapa negara ASEAN merupakan adopsi modifikasi.


 Setelah sidang kali ini, pertemuan ACCSQ-WG1 ke-39 direncanakan akan dilangsungkan pada tanggal 31 Oktober-4 November 2017 di Manila, Philippina.(Olivia-PPS)

 

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]-->

Beberapa butir penting yang dihasilkan dalam sidang ini antara lain :

1.       WG1 menyetujui arahan ACCSQ ke-47 untuk fokus melakukan harmonisasi standar dan akan melakukan revisi TOR WG1. Revisi TOR diharapkan dapat difinalisasi pada bulan November 2017.

2.       WG1 melakukan revisi workplan tahun 2017-2025 dengan menyesuaikan perkembangan isu-isu di bawah lingkup kerjanya, seperti identifikasi area baru untuk standar yang diharmonisasi, perlunya update partisipasi setiap negara dalam pengembangan standar internasional, dan capacity building masing-masing negara.

3.       WG1 meminta arahan ACCSQ terkait lingkup MRA apakah dapat mengakomodir isu SPS dalam framework, mengingat saat ini framework MRA hanya mencakup isu TBT, sedangkan beberapa Product Working Group di bawah WG1 mempunyai kaitan dengan isu SPS, seperti Wood-based PWG dan Prepared Foodstuff PWG. Terkait hal ini, WG1 juga meminta arahan ACCSQ terkait lingkup GRP Guide dan setelah mendapat arahan, PTB bersama Chair/Co-Chair WG1 akan membuat 1th draft ASEAN GRP Guide berdasarkan hasil workshop.

4.       Pertemuan menyepakati akan membahas usulan kriteria  “valid reason” penarikan standar yang terdapat didalam daftar harmonisasi standar yang diusulkan RBPWG pada pertemuan ACCSQ-WG1 selanjutnya.

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]>
Dilihat : 483