Nasional

Studi Visit Tim Pengembangan SDM BSN: Manusia Sebagai Asset

Sumber Daya Manusia  (SDM) merupakan faktor yang sangat sentral dalam organisasi. Apapun bentuk dan tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia. Begitu pula dalam pelaksanaan misinya maka dikelola dan diurus oleh manusia. Dengan demikian manusia merupakan faktor yang sangat strategis dalam semua kegiatan organisasi. Agar dapat mengatur dan mengurus sumber daya manusia berdasarkan visi organisasi sehingga tujuan organisasi tercapai maka dibutuhkan ilmu, metoda dan pendekatan pengelolaan sumber daya manusia atau yang sering disebut dengan manajemen sumber daya manusia.

Tim Pengembangan SDM BSN yang dinahkodai oleh Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Humas BSN, Budi Rahardjo pada Kamis, 18 Mei 2017 berkesempatan melakukan studi visit ke PT. Industri Kereta Api (INKA) Persero dan disambut oleh Mochammad  Iszar dari Divisi Human Capital.

Dalam sambutannya Budi Rahardjo menjelaskan bahwa PT. INKA dianggap telah melakukan sistem Human Capital (HC) lebih dulu sehingga perlu dijadikan rujukan dan Tim pengembangan SDM yang hadir ini merupakan wakil dari tiap unit kerja yang ada di BSN yang nantinya akan secara bersama membangun sistem ini ujarnya.

Organisasi/perusahaan yang telah menggunakan istilah HC, berarti telah mengakui bahwa peran manusia di organisasi/perusahaan adalah sebagai asset, dan bukan lagi beban, manusia mempunyai peran sentral (maju mundurnya Organisasi sangat tergantung dari produktivitas HC tersebut), dan bukan lagi dianggap hanya sebagai peran pendukung saja.

Dalam studi visit ini Mochammad Iszar menyambut baik kehadiran Tim Pengembangan SDM BSN. Dalam kesempatannya menjelaskan mengenai profil perusahaan, rekruitasi pegawai, peningkatan kompetensi karyawan, jenjang karir, gaji dan tunjangan serta bonus  hingga hukuman dan penghargaan terhadap karyawan.

Perlu diketahui PT. INKA didirikan pada tanggal 18 Mei 1981 dan merupakan salah satu BUMN yang bergerak dalam industri pembuatan gerbong kereta api di Indonesia dan satu - satunya di ASEAN.
Industri yang berlokasi di Madiun ini mempekerjakan kurang lebih 3000 pegawai dengan luas area 22 hektar dan 5 Tahun terakhir mengalami kenaikan laba perusahaan yang cukup signifikan.

 

Tim secara bersama diberi kesempatan secara langsung untuk melihat area industri dan proses produksi rangkaian gerbong dan lokomotif kereta api yang sedang dibuat. Diakhir acara Tim dengan antusias  melakukan diskusi untuk menggali informasi lebih dalam. (one/reza - humas)


Dilihat : 878


JAJAK PENDAPAT RSNI3 6128:201X, Beras Daftar SNI yang diusulkan untuk di Abolisi Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2017 3 (tiga) Tahun Kerja Bersama - Capaian Kinerja Pemerintahan JOKOWI dan JK HASIL AKHIR SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DI LINGKUNGAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL TAHUN 2017