Nasional

BSN Gandeng Universitas Muhammadiyah Malang Gelar Seminar

BSN menggelar Seminar Seminar Peranan Akademisi Dalam Meningkatkan Produk Unggulan Daerah Melalui Standardisasi Dan Penilaian Kesesuaian di Universitas Muhammadiyah Malang yang dihadiri oleh civitas akademisi di lingkungan fakultas Ekonomi, bertempat di Gedung Biro Administrasi Umum, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada tanggal 4 Mei 2017. Acara ini dibuka oleh Ketua Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) yaitu Prof. Dr. Sudjono yang sekaligus mewakili Rektor UMM menyampaikan bahwa Seminar ini merupakan salah satu bentuk implementasi kerjasama antara BSN dengan UMM. UMM khususnya DPPM siap menerapkan standar karena standar itu sangat penting dan berguna. Seminar ini bertujuan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada para mahasiwa untuk dapat membantu mensosialisasikan SNI kepada masyarakat dan harapannya kepada civitas akademis khususnya mahasiwa dapat berperan dalam pengembangan standar melalui penelitian – penelitiannya dapat dikembangkan menjadi Standar. Disampaikan pula bahwa pada bulan Juli 2017 akan ada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan diikuti 5000 mahasiwa, sebagai dasar atas pintu kerjasama dalam pengembangan, pengenalan dan penerapan SNI. Diakhir kata Prof. Dr. Sudjono berterima kasih kepada BSN telah memberikan kepercayaan kepada DPPM untuk menggelar Seminar ini dan harapannya kedepan dapat terus dikembangkan implementasi kerjasama yang telah terjalin sejak tahun 2016 lalu. Setelah pembukaan, acara ini menghadirkan tiga orang narasumber yaitu R. Iskandar Novianto selaku Kepala Bidang Kerjasama Dalam Negeri, Sekretaris Jurusan Fakultas Ekonomi yaitu Hendra Kusuma, dan terakhir story telling UKM penerap standar yaitu Hadi Apriliawan. Acara ini dimoderatori oleh Bapak Wahyu.

Paparan pertama disampaikan oleh R. Iskandar Novianto menjelaskan mengenai sejarah Standardisasi Nasional dari awal terbentuknya BSN sampai lahirnya UU No. 20 Tahun 2014. Dinyatakan bahwa standar sangat diperlukan dan sebagai landasan hukumnya adalah UU No. 20 Tahun 2014, PP 102 tahun 2000, Perpres No. 54/ 2010, Perka BSN No 135/2010, dan saat ini sedang di buat RPP turunan dari UU No. 20 Tahun 2010. Senada dengan hal tersebut bahwa tujuan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian adalah meningkatkan jaminan mutu, efisiensi produksi, daya saing nasional, persaingan usaha yang sehat dan transparan dalam perdagangan, kepastian usaha, dan kemampuan Pelaku Usaha, serta kemampuan inovasi teknologi, meningkatkan perlindungan kepada konsumen, Pelaku Usaha, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya, serta negara, baik dari aspek keselamatan, keamanan, kesehatan, maupun pelestarian fungsi lingkungan hidup. SNI dikembangkan dan dirumuskan dan diterapkan. Karena SNI ini mendukung pembangunan nasional dan melindungi masyarakat. Sesuai dengan seminar ini maka harapan kepada Perguruan Tinggi yang memiliki potensi maksimal untuk berkontribusi dalam dunia standar; Jembatan utama (ultimate bridge) antara generasi muda dengan dunia profesional; dan Sumber utama (key producers) dari ilmu pengetahuan. Disamping itu ada beberapa program pendidikan standardisasi di Indonesia antara lain di Perguruan Tinggi yaitu Sarjana : MoU, Pengembangan Kurikulum dan Buku Teks/Materi Ajar, Mata Kuliah Standardisasi, Workshop, Magang dan Kunjungan ke Industri, Kompetisi, ToT Dosen, Jejaring Dosen dan Pasca Sarjana: Pengembangan Kurikulum dan Materi Ajar. Diakhir kesempatan Iskandar menjelaskan sebaran kerjasama antar Perguruan Tinggi yang dilakukan BSN dan isi ruang lingkup kerjasama standardisasi serta contoh implementasi kerjasama dan role model UKM yang telah di bina oleh BSN. Sesuai pernyataan Prof. Dr. Sudjono bahwa akan ada KKN 500 mahasiwa , saya menyarankan untuk dilakukan pengenalan, pengembangan dan penerapan Standar.

Paparan kedua Hendra menyampaikan judul presentasi mengenai harapan dan tantangan peningkatan kerjasama antara BSN dengan UMM. Diawal paparannya beliau menyampaikan Standar memberikan kemudahan, menjamin keamanan, kualitas, kehalalan, dan memastikan kompabilitas produk dan Standard merupakan tuntutan perdagang nasional, regional, dan internasional. Didalam perdagangan internasional, standar sangat berperan dalam mengatasi hambatan teknis. Didunia pendidikan pun kita juga mengenal standar yaitu standar nasional pendidikan. Sangat penting bagi kita mengetahui standar sejak dini karena apabila sudah terjun ke dunia pekerjaan, standar ini sangat diperlukan. Diakhir paparan disampaikan bahwa segala apapun bentuknya standar sangat berperan penting. Sangatlah berguna apabila kita semua dapat menerapkan standar baik di kehidupan dan pekerjaan. Standar merupakan tanggun jawab kita bersama, dan dalam penerapannya keterlibatan tergantung para pihak.

Diakhir sesi paparan disampaikan oleh UKM penerap SNI yaitu Hadi Apriliawan menceritakan UKM yang dibangunnya mulai dari dirintis hingga sekarang dapat memasarkan produknya. Dalam hal ini BSN sangat membantu dalam memberikan bimbingan teknis untuk menerapkan standar sehingga UKM yang dia kelola dapat memasarkan produknya dan hasil produknya saat ini sedang dirumuskan menjadi SNI. Dan diharapkan ketika telah menjadi SNI, maka produknya dapat di ekspor keluar negeri. manfaat bimbingan SNI dari BSN yaitu Membantu mengarahkan UKM dalam melakukan proses SNI, Memberi pengarahan pentingnya produk untuk mempunyai sertifikat SNI, dan Menambah strategi pemasaran. Hadi menutup paparannya dengan menyampaikan apabila ada mahasiwa yang ingin melakukan praktek kerja, dia siap menerima dan membantunya dalam membimbing praktek tersebut.  

Acara ini dibungkus apik oleh moderator dengan memberikan kuis kepada para peserta untuk menarik feedback kepada para mahasiswa tentang pengetahuannya mengenai standardisasi dan penilaian kesesuaian. Hal ini disambut baik oleh para peserta dengan sangat antusias menjawab seluruh pertanyaan yang diberikan oleh masing-masing narasumber. Dan disimpulkan oleh moderator bahwa acara ini merupakan implementasi kerjasama antara BSN dengan UMM dan dalam menerapkan standar sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Khususnya untuk para akademisi, pakar dan mahasiwa dapat ikut berperan serta dalam proses pengembangan standar dan diterapkan sehingga usahanya berhasil seperti CV. Inovasi Anak Negeri. (KSDN-PKS) 


Dilihat : 348


Membumikan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) di Bumi Sriwijaya PERTEMUAN DAN PRESENTASI ILMIAH STANDARDISASI (PPIS) 2017 Peresmian SNI Corner di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Studi Visit Tim Pengembangan SDM BSN: Manusia Sebagai Asset Hati -Hati Penipuan Atas Nama Pimpinan BSN/ KAN