Daerah

Mencapai Sustainable Development Goals, Peran Mahasiswa sebagai Pemimpin Masa Depan melalui Penguatan Pendidikan Standardisasi

Dengan semakin menguatnya globalisasi ekonomi, standardisasi memainkan peran penting untuk memfasilitasi transaksi bisnis, mendukung pengembangan industri, mempromosikan kemajuan ilmiah, dan mengatur tata pemerintahan sosial. Bagi negara-negara maju, standar digunakan sebagai infrastruktur untuk melindungi pasar di wilayahnya (Technical Barier to Trade) dan standar juga digunakan sebagi instrument memenagkan persaiangan global.

Disampaikan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Nandang Sutrisno, SH, LLM, M.Hum, Ph.D., pada saat membuka acara Workshop The Role of Student Standard Society as future leader to achieve Sustainable Development Goals, di Gedung Mohammad Hatta UII, Kamis (27/4), perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat diiringi semakin ketatnya persaingan di bidang ekonomi, kecenderungan atau tren konsumen dalam memilih suatu produk atau jasa yang ada di pasar salah satunya dipengaruhi oleh standardisasi yang menerapkan pada produk tersebut.

 

Hal tersebut menurut Nandang Sutrisno yang juga merupakan pakar hukum internasional UII merupakan konsekuensi dari semakin meleknya konsumen dalam menilai kualitas suatu produk atau jasa. Oleh karenanya, menurutnya tidak mengherankan jika pemerintah di berbagai negara juga menggalakkan adanya standardisasi di berbagai sektor sebagai upaya meningkatkan daya saing nasionalnya dengan cara ekonomi global.

 

 

Untuk itu penting bagi generasi muda memahami dan menguasai konsep standar dan standardisasi melalui pendidikan dan pelatihan standardisasi.

Sementara disampaikan Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Ir. Erniningsih, peran pendidikan akan menjadi tumpuan upaya pemerintah untuk mendorong pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan berkelanjutan hingga 2030. Menurut Erniningsih, peningkatan pendidikan bagi masyarakat Indonesia akan memacu pencapaian terhadap tujuan dan sasaran lainnya dalam SDGs, terutama untuk menangkal peningkatan angka kemiskinan.

 

 

Dalam penyelenggaraan acara yang digagas oleh BSN dan UII ini juga disampaikan pemaparan materi tentang Standar Internasional dan pengembangan standar ISO serta Peran Student Standard Society untuk mencapai target Pembangunan berkelanjutan oleh Sekretaris ISO TC bidang Secretary of ISO TC 271 (Cosmetics), TC 91 (Surface Active Agents)  dan TC 134 (Fertilizer and Conditioners).

 

Acara dihadiri oleh Mahasiswa UII, dan perwakilan mahasiswa UNS dan UNDIP serta Dosen UII dan anggota Forstan dari UNUD Bali, UNS, UNDIP, dan UNEJ.

 

 

Dalam kesempatan itu BSN, UII, Forstan menyaksikan pengukuhan Student Standard Society di UII sebagai komunitas mahasiswa di bidang standardisasi pertama di dunia. Untuk pengembangan kegiatan mahasiswa dibidang standardisasi, perlu dukungan BSN dan UII yang dilakukan melalui penandatanganan naskah kerjasama antara UII dan BSN. Turut hadir dan menyampaikan sambutan Ketua Forum Pendidikan Standardisasi (FORSTAN), Dr. Bambang Purwanggono.

Workshop ini juga diselenggarakan di Prodi Teknik Mesin dan Industri UGM. Dihadiri oleh seratus mahasiswa dan dosen.


Dilihat : 299


Membumikan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) di Bumi Sriwijaya PERTEMUAN DAN PRESENTASI ILMIAH STANDARDISASI (PPIS) 2017 Peresmian SNI Corner di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Studi Visit Tim Pengembangan SDM BSN: Manusia Sebagai Asset Hati -Hati Penipuan Atas Nama Pimpinan BSN/ KAN