Daerah

Pengenalan Standar Popular, SNI ISO 9001 Kepada Mahasiswa UII

Sebagai tindaklanjut kerjasama di bidang Pendidikan Standardisasi, BSN, UII dan IAPMO Group Indonesia menyelenggarakan training pengenalan standar popular SNI ISO 9001:2015 bagi mahasiswa UII, Rabu (26/4/2017).

 

Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Diklat BSN, Mayastria Yekttiningtyas serta sambutan oleh Kepala Divisi Keterampilan Bakat/Minat Mahasiswa, Raditya Adipramono. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 70 Mahasiswa dari Fakultas/Prodi Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Sipil dan Perencanaan serta Ekonomi. 

 

Tujuan pengenalan standar popular adalah untuk menambah wawasan mahasiswa tentang standar Internasional yang telah diterapkan oleh sekitar 170 negara dan telah diterbitkan 1,1 juta sertifikat di dunia. Standar terpopuler ini telah diadopsi secara identik menjadi Standar Nasional Indonesia. Selain itu, mahasiswa UII tersebut diharapkan menjadi agent standardisasi bagi komunitas kemahasiswaan melalui Student Standard Society yang akan dikukuhkan pada tanggal 27 April 2017.

Pada kesempatan tersebut, diperkenalkan 7 klausul yang menjadi persyaratan dalam standar tsb,  dan contoh-contoh penerapannya yang umum dijumpai dikehidupan sehari-hari maupun dunia pendidikan. Selain itu diperkenalkan juga salah satu cara memahami konteks organisasi melalui analisis SWOT.

 

Disampaikan juga pada training pengenalan standar popular serta perubahan utama sebagai peningkatan dari hasil revisi standar sistem manajemen mutu versi 2008, al : Risk based thinking (perusahaan atau organisasi harus melakukan mengelola risiko sehingga di ISO 9001:2015 tidak ada lagi klausul tentang preventive action). Hal baru lainnya yang masuk dalam ISO 9001:2015, yaitu penekanan pada interested parties, selain pelanggan itu sendiri yang menjadi focus bagi organisasi penerap SMM.

 

Pengenalan SMM disampaikan oleh Mayastria dari BSN dan Umar Zaki dari Iapmo Group. Pemaparan sesi I yang disampaikan Mayastria, menjabarkan dari standar SNI ISO 9001:2015, yaitu membahas mengenai klausul 4 mengenai konteks organisasi; klausul 5 mengenai kepemimpinan; dan klausul 6 Perencanaan. Materi selanjutnya, membahas klausul 7 mengenai sumber daya, klausul 8 mengenai operasional, klausul 9 mengenai evaluasi kerja dan klausul 10 mengenai improvement atau peningkatan yang dijelaskan oleh perwakilan dari IAPMO, Umar Zaky.

Training dilanjutkan dengan Skema/tahapan sertifikasi SMM yang akan dilalui bila penerap menginginkan pengakuan secara tertulis. Materi ini disampaikan oleh Direktur IAPMO Group Indonesia, Ummi Fadila.

 

Kegiatan pengenalan standar popular ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa kelak menghadapi persaingan dunia kerja. (Pusdikmas)


Dilihat : 414


SMAK Sinlui 1 Surabaya dan SMKN Sumsel akan Wakili RI di Olimpiade Standar Tingkat Dunia di Korea Upaya KLT BSN di Palembang Membumikan SNI di Sumsel Pemenang Kompetisi Standardisasi Tingkat Nasional SMA/SMK Tahun 2017 INDONESIA QUALITY EXPO 2017 Dinas Kesehatan Sumsel Ingin Terapkan SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:2016