Internasional

Standar “Guidelines for implementation of a community-based landslide early warning system “ Indonesia maju ke Tahap DIS ISO

Setelah dilakukannya rangkaian pertemuan beberapa Project Team dan  Working Group (WG), para pakar internasional dari berbagai pemangku kepentingan berkumpul kembali dalam The 4th Plenary Meeting  of ISO/TC 292 Security and resilience di Jeju, Korea Selatan. Pertemuan Plenary ke - 4 ISO/TC 292 Security and resilience berlangsung  di Jeju, Korea Selatan telah berlangsung pada 23 April – 28 April 2017 lalu.

 

 

Pertemuan ini dihadiri oleh 19 negara P-member.  Delegasi Indonesia yang hadir pada pertemuan ini adalah pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merupakan Project Team Leader  dari ISO/CD 22327 Security and Resilience – Emergency Management - Guidelines for implementation of a community-based landslide early warning system,  yaitu Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, Dr. Faisal Fathani, dan Wahyu Wilopo,  serta I Nyoman Supriyatna (Badan Standardisasi Nasional/BSN), Indah Mugi Lestari (BSN), Lilik Kurniawan (BNPB), dan Mohd. Robi Amri (BNPB).

 

Pada Sidang Pleno di hari terakhir tanggal 28 April 2017, masing-masing convenor dari WG melaporkan hasil sidang WG mereka berupa konfirmasi atau revisi standar; meng-update target waktu untuk proyek-proyek standar yang sedang dikerjakan; rencana kerja dan aksi serta usulan usulan proyek standar baru sampai pertemuan pleno ISO/TC 292 selanjutnya.

 

 

Salah satu proyek standar yang diusulkan oleh Indonesia di Working Group 3 (Emergency Management) yaitu ISO/CD 22327 Security and Resilience – Emergency Management - Guidelines for implementation of a community-based landslide early warning system, maju ke tahapan Draft International Standard (DIS). Selanjutnya ISO/DIS 22327 Security and Resilience – Emergency Management - Guidelines for implementation of a community-based landslide early warning system akan menjalani tahapan balloting selama 90 hari untuk mendapatkan tanggapan dari negara-negara P-member.

 

 

Sebelumnya Draft ISO/CD 22327 telah menjalani tahapan CD ballot yang berlangsung dari tanggal 14 Januari 2017-10 Maret 2017 dan mendapatkan respon positif dari 21 Negara P-member dan tidak ada negara yang memberikan tanggapan negatif.

 

Pada rencana aksi selanjutnya, Indonesia akan kembali mengajukan proposal standar internasional Guidelines for the implementation of  community-based flood early warning system yang diinisiasi UGM. Standar yang diusulkan tersebut sejalan dengan Sendai Framework 2015-2030 dengan 4 (empat) prioritas dalam pengurangan risiko bencana. Dalam kerangka aksi tersebut, prioritas ke-4 menekankan peningkatan kesiapsiagaan untuk dapat merespons bencana secara efektif, yaitu dengan menerapkan sistem peringatan dini sederhana dan penyebarluasan informasi peringatan dini bencana alam di tingkat lokal dan nasional.  Pertemuan plenary yang akan datang akan di host oleh Australia dan akan dilaksanakan di Sydney dari tanggal 11-15 Maret 2018. (INS/IML/humas-editing)


Dilihat : 260


SMAK Sinlui 1 Surabaya dan SMKN Sumsel akan Wakili RI di Olimpiade Standar Tingkat Dunia di Korea Upaya KLT BSN di Palembang Membumikan SNI di Sumsel Pemenang Kompetisi Standardisasi Tingkat Nasional SMA/SMK Tahun 2017 INDONESIA QUALITY EXPO 2017 Dinas Kesehatan Sumsel Ingin Terapkan SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:2016