detail

Sertifikasi SNI Untungkan Pelaku Usaha

MAKASSAR, BKM — Para pelaku usaha yang ada di Sulsel terkhusus di Kota Makassar agar mensertifikasi produk dan usahanya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Karena keuntungan yang bakal didapatkan setelah ber-SNI akan jauh lebih banyak dibandingkan tanpa SNI.

 

”Ini sudah dibuktikan salah satu produsen garam yang ada di daerah ini. Sebelum mengantongi SNI, perusahaan ini berproduksi apa adanya. Tapi setelah ber SNI, produksi garamnya sudah masuk ke retail-retail modern yang sebelumnya menolak untuk menerima produknya. Ini berarti perusahaan garam itu sudah memperoleh keuntungan karena jumlah produksinya akan semakin meningkat dan harga jualnya tentu lebih kompetitif,” ujar Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Humas Badan Sertifikasi Nasional (BSN), Budi Rahardjo, Rabu (12/4).

 

Menurut Budi, memasuki era globalisasi perdagangan, standardisasi dapat digunakan sebagai salah satu alat kebijakan pemerintah dalam menata struktur ekonomi secara lebih baik dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

 

Untuk menunjang tercapainya tujuan strategis tersebut, di antaranya peningkatan ekspor produk Indonesia, peningkatan daya saing produk Indonesia, peningkatan efisiensi nasional dan menunjang program keterkaitan sektor ekonomi dengan berbagai sektor lainnya, maka penerapan standar oleh industri menjadi sangat penting.

 

Sulsel sebagai provinsi di wilayah timur yang semakin berkembang, menunjukkan komitmennya dalam menerapkan SNI melalui Deklarasi Sulsel Ber-SNI. ”Sebagai salah satu mitra strategis BSN, BSN sangat mendukung komitmen Sulsel Ber-SNI melalui berbagai bentuk kerjasama, baik di lingkungan pemerintah, perguruan tinggi, maupun dukungan kepada IKM,”ujar Budi Rahardjo.

 

Salah satu kerjasama dalam skala nasional yang akan diselenggarakan di Makasar adalah pameran Indonesia Quality Expo (IQE) ke-5. ”Pameran IQE ke 1 sampai ke 4 diselenggarakan di Jakarta. Untuk tahun ini, kami ingin laksanakan di daerah yakni di Makassar agar IQE dapat bergema hingga ke seluruh nusantara,” kata Budi.

 

Pameran IQE ke 5 akan diselenggarakan di Hotel Grand Clarion Convention Makassar pada 24 sampai 26 Oktober 2017 mendatang. Pameran ini akan dimeriahkan berbagai acara, di antaranya Seminar Nasional Standardisasi yang melibatkan sekitar 600 orang, Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi (PPIS), Pertemuan Teknis Laboratorium dan Lembaga Inspeksi, Temu Masyarakat Standardisasi Indonesia (MASTAN), dan masih banyak lagi.

 

Pameran IQE tahun ini menargetkan 70 stand yang akan diikuti pemangku kepentingan BSN baik dari perusahaan, lembaga penilaian kesesuaian, asosiasi, perguruan tinggi, maupun pemerintah daerah dan pusat.

 

”Tahun lalu, industri penerap SNI seperti Siemens Indonesia, PT Pertamina Lubricants, IAPMO, Balai Sertifikasi Indonesia, PT Pupuk Kaltim turut ambil bagian dalam pameran. Dari Jawa Timur ada dari PT Petrokimia Gresik. Pameran dimeriahkan berbagai acara panggung dan bagi-bagi hadiah produk ber-SNI,” ujar Budi.

 

Melalui pameran IQE, para pemangku kepentingan dapat saling bertukar informasi mengenai perkembangan standardisasi dan penilaian kesesuaian serta bertransaksi. ”Banyak informasi yang didapat di pameran, pengunjung pameran juga bisa membeli produk ber-SNI. Di stand BSN juga akan ada Klinik Standardisasi secara gratis,” kata Budi. (amir)

 

link: http://beritakotamakassar.fajar.co.id/berita/2017/04/17/sertifikasi-sni-untungkan-pelaku-usaha/


Dilihat : 252