Umum

KANABA: Tembus Pasar Global dengan Mesin Laundry Ber-SNI

Keprihatinan mesin laundry impor dengan harga yang tinggi menjadikan pemuda asal Bantul Yogyakarta, Ashari berkreasi di bengkel kerjanya, merakit sendiri mesin pencuci dengan harga lebih terjangkau. Ashari mengatakan, proses pembuatan satu mesin laundry dan pengering membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Proses tersebut terdiri dari persiapan bahan, perancangan, perakitan sampai finishing, dan dikerjakan oleh karyawan sejumlah 7 orang, yang seluruhnya berasal dari warga sekitar rumahnya yaitu di Bantul. Orientasi Ashari adalah memanfaatkan potensi sumberdaya setempat untuk mengangkat hajat hidup warga sekitar tempat tinggalnya yang belum punya ketrampilan berkarya untuk menatap kehidupan lebih baik, dengan motto “maju dan berkembang bersama”.

 

Produk itu diklaim mampu bersaing dengan mesin impor. "Harganya pun jauh lebih murah, bisa selisih hampir 30 persen dengan mesin yang sekelas. Selain itu, bahan yang digunakan bersumber dari dalam negeri serta tenaga kerja juga asal negeri sendiri,” ujar Direktur UD. Hari Mukti Teknik, Ashari dalam Clean & Laundry Expo 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta pada Jumat (24/03/2017). Karya dan kerja kerasnya merakit mesin laundry dan mesin pengering kemudian meraih sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Penerapan SNI semakin memberi jaminan dan rasa aman bagi produksinya menembus pasar global.

 

Dengan pembinaan penerapan SNI yang dilakukan Badan Standardisasi Nasional (BSN), sangat membantu mengarahkan usahanya dalam melakukan proses produksi yang teratur, tersistematis sehingga produknya aman dan bermutu karena sudah sesuai SNI yang selaras dengan Standar Internasional. SNI yang diterapkan oleh UD. Hari Mukti Teknik dengan merk dagang KANABA adalah SNI ISO 9001:2015; SNI IEC 60335-11 dan SNI ISO 10472-6. Selama ini, ada anggapan bahwa meraih SNI sulit di kalangan UMKM. Namun anggapan ini ditepis Ashari. Proses meraih sertifikasi SNI dirasa mudah. “Ikuti aturannya, penuhi prosedurnya, Insya Allah cepat,” ujarnya.

 

Kunci keberhasilan meraih sertifikasi SNI ialah komitmen. “Asal disertai komitmen dan konsistensi, UMKM pun bisa meraih SNI dan memenangkan pasar di dunia usaha” tegas Ashari. Dengan menerapkan SNI, kini ia dan anak buahnya mampu menjaga produktivitas perusahaan. Selain itu, produknya juga lebih diterima pasar. “Ketika belum ada sertifikat SNI, konsumen masih banyak menanyakan spesifikasi mesin laundry KANABA. Sekarang setelah ada SNI, konsumen langsung percaya,” ujarnya.

 

Produk KANABA saat ini sudah digunakan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua dan Timor Leste. KANABA membuktikan bahwa sertifikasi SNI dapat membuka peluang pangsa pasar baru bagi mesin laundry, dapat menembus pasar nasional dan global. Target pasaran mesin ini adalah rumah sakit seluruh Indonesia, hotel  seluruh Indonesia, pabrik garmen dan usaha laundry profesional.

 

Kini, UD. Hari Mukti Teknik dengan produknya, KANABA makin percaya diri meluaskan pasar ke skala internasional. Salah satu langkahnya adalah turut hadir sebagai peserta dalam Clean and Laundry Expo 2017 di Jakarta International Expo (JIE) Kemayoran, pada tanggal 23 – 25 Maret 2017. Pameran yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono ini diikuti oleh ratusan perusahaan dari manca negara.

 

“Alhamdulillah, dengan mendapat sertifikat SNI di tahun 2016 berkat bimbingan dari BSN, kami dapat mengikuti ajang pameran berskala internasional ini,” ujar Ahari. Ashari pun menyatakan keyakinannya untuk merebut pangsa pasar yang lebih besar di event-event selanjutnya. “Kami yakin, dengan terus menerapkan SNI, tahun depan kami dapat mengikuti ajang pameran internasional lagi, dan mampu merebut 50% pasar domestik,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Nur Hidayati menyatakan bahwa untuk meningkatkan daya saing produk lokal ke tingkat nasional dan global, BSN membina UMKM dalam penerapan SNI. BSN mendampingi UMKM dalam penyiapan sistem mutu, penataan proses produksi, pengujian produk, dan fasilitasi sertifikasi SNI. ”UD. Hari Mukti Teknik merupakan salah satu UMKM yang telah dibina BSN dan menjadi role model dalam penerapan SNI. UMKM sebagai pahlawan perekonomian bangsa harus terus bangkit dan semangat untuk mampu berkompetisi di tingkat global dengan penerapan standar. Menerapkan standar tidak sulit, asalkan mau belajar, ulet, dan berkomitmen untuk maju,” pesan Nur Hidayati. (Humas)


Dilihat : 118


Terhitung Mulai tanggal 2 mei 2017, Layanan informasi standar tidak menerima pembayaran secara tunai, pembayaran dilakukan melalui Aplikasi SIMPONI. BSN Melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Dengan Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) HASIL AKHIR SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINGKUNGAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL TAHUN 2017 SIARAN PERS: Dukung Sulsel Ber-SNI, IQE Ke-5 Diselenggarakan Di Makasar INDONESIA QUALITY EXPO 2017