Umum

Penyerahan Sertifikat Untuk IKM Bukti Keseriusan Jawa Timur Dalam Menghadapi MEA

Perkembangan IKM di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Dan peranan IKM di bidang perekonomian mampu menyumbangkan devisa negara. Tak jarang setiap daerah berlomba-lomba untuk menciptakan wirausaha baru serta menumbuhkan IKM untuk berkompetisi baik dari dalam maupun internasional. Untuk menciptakan pelaku usaha baru, pemerintah mempunyai tugas yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas dari produknya. Salah satunya Jawa Timur yang memiliki komitmen yang sangat tinggi dalam hal sertifikasi.

 

 

Acara penyerahan sertifikat IKM berstandar orientasi ekspor dalam menghadapi MEA dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya, Asisten Sekda Ekonomi dan Pembangunan RB. Fattah Yasin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur M. Ardi Prasetyawan, serta dihadiri lebih dari 450 undangan dan sebagian diantaranya UKM yang secara simbolis mendapatkan sertifikat yang diberi oleh Gubernur Jawa Timur. (Jumat, 17/03)

 

Setelah secara simbolik menyerahkan sertifikat kepada 18 IKM, Soekarwo menjelaskan bahwa Jawa Timur mampu menyumbangkan 14,9% ekonomi di Indonesia. Sebagian diantaranya adalah IKM sebanyak 1.500an, diantaranya 800an yang sudah ekspor dan sisanya akan dilakukan sertifikasi agar produk IKM tersebut mampu menembus pasar global. “Bermainlah kalian dengan produk yang telah distandardisasi. Kalau kalian serius, maka kami akan mengantarkan kalian (UKM) di Jawa Timur menjadi orang kaya tetapi harus disertai dengan disiplin”, ujar Soekarwo.

 

 

Acara yang dimoderatori oleh Arief Tri Herjoko dan didampingi Ardi Prasetyawan, mampu membuat suasana menjadi lebih semangat dengan hadirnya Kepala BSN Bambang Prasetya. Dalam paparannya yang berjudul Peran Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Dalam Mendukung Daya Saing IKM Dalam Menghadapi MEA mampu membuat Gubernur Jawa Timur Soekarwo mendengarkan paparan tersebut hingga selesai tanpa meninggalkan acara tersebut. Perlu diketahui, Soekarwo mendapatkan penghargaan Tokoh Standardisasi di tahun 2015. Sehingga dengan acara ini membuktikan betapa pedulinya Soekarwo di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian.

 

Bambang menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu role model provinsi yang ada di Indonesia. Seperti, pembinaan IKM/UMKM, pelayanan sertifikasi, dukungan UPT, Kerjasama (akademisi, bisnis, dan pemerintah), penguatan perdagangan dalam negeri, menjadi kekuatan ekonomi nasional setelah Jakarta, dan pada tahun 2018 kota Malang akan menjadi tuan rumah ISO COPOLCO yang dihadiri oleh 141 negara. Selain itu, Bambang menerangkan standardisasi sangat dibutuhkan oleh semua stakeholder, termasuk IKM. “Standar dapat membantu UMKM untuk meningkatkan keuntungan dan mengurangi biaya, meningkatkan daya saing, serta memperluas pangsa pasar yaitu ekspor”, ujar bambang.

 

 

Dalam akhir acara Soekarwo memberikan mandate kepada Dinas Disperindag Jawa Timur untuk lebih proaktif dalam mensosialisasikan standardisasi kepada para IKM/UMKM. Dan diperlukan sebuah pusat pelayanan atau SNI corner yang mampu memberikan edukasi dan informasi mengenai standardisasi dan penilaian kesesuaian di daerah-daerah. Sehingga IKM/UMKM tidak perlu datang ke pusat atau provinsi. Diharapkan dengan adanya acara ini, semua provinsi dapat menjadikan provinsi Jawa Timur sebagai role model dalam hal standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia. (rmy-humas)


Dilihat : 381


3 (tiga) Tahun Kerja Bersama - Capaian Kinerja Pemerintahan JOKOWI dan JK BSN Dukung Kompetisi Rekayasa Kualitas Tingkat Nasional 2017 di USAKTI HASIL AKHIR SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DI LINGKUNGAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL TAHUN 2017 Pertemuan Dan Presentasi Ilmiah Standardisasi (PPIS) 2017 BSN Launching SNI Corner Di UPS Tegal