Infografis Profil Renja BSN 2017    Anugerah Jurnalistik BSN 2017    Berikan Suara Anda terhadap Jajak Pendapat RSNI3 untuk 11 Produk Perikanan (Komite Teknis 65-05)    Jadwal Pelatihan Standardisasi 2017    PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA BADAN STANDARDISASI NASIONAL TAHUN 2016    HASIL SELEKSI ADMINISTRASISELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DEPUTI BIDANG PENELITIAN DAN KERJASAMA STANDARDISASI BADAN STANDARDISASI NASIONAL    SOSIALISASI PENERIMAAN USULAN PNPS 2017    SELEKSI JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA BADAN STANDARDISASI NASIONAL    Mulai 10 Oktober Layanan Informasi Terpadu BSN menerima Pemesanan SNI dalam format elektronik File    ISO WEEK 2016, Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT): Tonggak dimulainya implementasi the ISO Strategy 2016 - 2020    Program Uji Profisiensi oleh PT Provider di luar Indonesia    Download Materi "World Accreditation Day 2016"    Program Uji Profisiensi tahun 2016 untuk Laboratorium Medik   

BADAN STANDARDISASI NASIONAL

STANDAR NASIONAL INDONESIA

KOMITE TEKNIS

REGULASI TEKNIS

LEMBAGA PENILAIAN KESESUAIAN

AKUNTABILITAS KINERJA

REFORMASI BIROKRASI

ARSIP

Penerapan Sistem Merit Demi Menjamin Karir PNS

Sejalan dengan pelaksanaan reformasi birokrasi, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerja sama dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengadakan Sosialisasi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan Pengawasan KASN untuk para pejabat eselon I dan II BSN pada selasa, 11 Agustus 2015 di gedung BPPT, Jakarta.

 

 

Acara ini dibawakan oleh Waluyo, Komisioner KASN. Dalam paparannya, Waluyo menjelaskan bahwa JPT merupakan sekelompok jabatan tinggi pada instansi pemerintah. Pegawai ASN yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi disebut Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT). JPT terbagi menjadi tiga, yaitu JPT Utama yang setara dengan kepala LPNK, JPT Madya yang setara dengan eselon Ia dan Ib, serta JPT Pratama yang setara dengan eselon II.

 

Untuk mendapatkan PPT yang berkualitas, pengisian JPT menggunakan sistem merit. Sistem merit adalah penerapan kebijakan dan manajemen SDM yang adil serta didasarkan atas kualifikasi, kompetensi, dan kinerja tanpa membedakan latar belakang  politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, ataupun kondisi fisik. Penerapan sistem merit dilakukan secara kompetitif dan terbuka di kalangan PNS. Penerapan sistem merit dapat menjamin karir PNS dan melindungi mereka dari kebijakan yang bersifat like and dislike. Penerapan sistem merit juga dapat mengurangi intervensi politik dalam manajemen ASN.

 

 

Proses seleksi untuk pengisian JPT dilakukan oleh Panitia Seleksi Instansi yang dipilih dan diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian berkoordinasi dengan KASN. Untuk seleksi JPT Utama dan Madya dilakukan pada tingkat nasional, sedangkan JPT dilakukan pada tingkat nasional, propinsi, atau antar intansi dalam 1 (satu) kabupaten/kota.

 

Dengan menerapkan sistem Merit, maka BSN dapat menjaga standar yang tinggi untuk integritas, perilaku dan kepedulian untuk kepentingan masyarakat. (ald)

Sumber :


Tinggalkan Komentar Anda

Nama

: *

Email

: *

Website

:

Komentar

:

Code Security

: