Umum

Komitmen BSN menerapkan SNI ISO 9001:2008 pada seluruh unit kerja

Berkenaan dengan penerapan  sistem manajemen mutu SNI ISO 9001 di lingkungan Badan Standardisasi Nasional (BSN), BSN menyelenggarakan audit internal SNI ISO 9001:2008 yang berlangsung hari Selasa (07/05) hingga Rabu (08/05). Audit internal ini akan dilaksanakan beberapa kali setiap tahunnya sehingga seluruh unit kerja akan teraudit secara efektif. Audit internal kali ini  dilakukan oleh lead auditor yaitu Indriati Nasution dan Indra L. Muchtar, keduanya dari PT. Bina Mutu Prima Indonesia.

 

 

Dalam acara opening meeting, Kepala BSN, Prof. Dr. Bambang Prasetya menyampaikan audit internal ini merupakan aktivitas penting bagi BSN untuk melihat efektivitas penerapan SMM dan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.  Komitmen BSN tidak hanya memastikan pemenuhan terhadap persyaratan SNI ISO 9001:2008, namun juga terhadap regulasi dan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang berlaku serta  ketentuan/kesepakatan di bidang standardisasi yang telah disepakati bersama dalam pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang standardisasi.

 

Menurut Bambang, penerapan Sistem Manajemen Mutu di BSN dilandasi dengan Prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang baik (Good Public Governance)  yaitu wawasan ke depan, akuntabilitas, daya tanggap, profesionalisme dan kompetensi, keterbukaan dan transparansi, efisiensi dan efektivitas, partisipasi masyarakat, dan penegakan hukum.

 

Lebih lanjut, Bambang mengatakan BSN melakukan segala upaya  dan menyediakan sumberdaya yang diperlukan untuk mencapai kepuasan pelanggan (stakeholder) dan memenuhi regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

 

 

 

Selain itu, Kepala BSN juga memaparkan mengenai kebijakan BSN;  tugas, fungsi, dan kewenangan BSN; Positioning BSN ke depan menghadapi tantangan dan dinamika lingkungan strategis; program dan kegiatan Reformasi Birokrasi BSN; penetapan koridor dalam MP3EI; serta regionalisasi dan pasar bebas.

 

Adapun, tambah Bambang kebijakan BSN diantaranya meningkatkan kualitas SNI sesuai kebutuhan pasar; meningkatkan  kapasitas dan kemampuan LPK dalam penerapan SNI;  dan meningkatkan budaya standar dengan strategi BSN mengembangkan SNI, penguatan penerapan SNI, serta penciptaan budaya standar.

 

 

Sementara lead auditor, Indriati Nasution mengatakan audit internal kali ini lebih melihat kepada keefektifan terhadap sistem yang telah disusun BSN dan apakah sistem yang kita susun sesuai dengan tujuan organisasi. Menurut Indriati, mengingat keterbatan waktu yang ada, pendekatan audit dilakukan berdasarkan sampling, dan  unit yang diaudit dapat mendukung serta memberi data dan informasi yang diperlukan. Diharapkan audit internal ini  dapat memberi gambaran tingkat keefektifan sistem manajemen mutu yang berjalan di BSN.

 

Selain itu Indriati berharap penerapan SMM di BSN dapat menjadi panutan sistem manajemen mutu  di institusi pemerintah lainnya. (nda)

 


Dilihat : 106


Hati -Hati Penipuan Atas Nama Pimpinan BSN/ KAN INDONESIA QUALITY EXPO 2017 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DI LINGKUNGAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DI LINGKUNGAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL Prof. Purwiyatno Hariyadi, anggota Komite Nasional Codex Indonesia, terpilih sebagai Vice-Chair Codex Alimentarius Commission